Masyarakat Jangan Takut Laporkan Pelanggaran Pemilu

Mataram (Suara NTB) – Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif dan pemilihan presiden 2024 saat ini sudah dimulai. Pada tahap sekarang ini, peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu sangat diharapkan, tidak hanya pada saat pelaksanaan pemilu saja. Pasalnya, pada tahap persiapan seperti sekarang ini potensi terjadi pelanggaran pemilu tetap ada.

“Peran serta masyarakat sangat penting di setiap tahapan pemilu. Karena potensi pelanggaran pemilu selalu ada di setiap tahapannya,” ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Harun Azwari, saat sosialisasi dan penguatan jaringan pengawas pemilu partisipatif Pemilu 2024 di Mataram, Selasa, 29 November 2022.

Masyarakat dalam hal ini diharapkan untuk tidak takut dan ragu-ragu melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang ditemukan di lapangan. Jika pun tidak siap sebagai pelapor dugaan pelanggaran pemilu, paling tidak masyarakat bisa sebagai pemberi informasi awal. Untuk selanjutnya, Bawaslu yang akan menindaklanjuti laporan tersebut. Dengan turun ke lapangan mengumpulkan data dan keterangan yang dibutuhkan.

“Pengawasan partisipatif dari masyarakat itu penting. Sebagai salah satu upaya mendukung terwujudnya pemilu yang jujur dan berintegritas,” terangnya. Karena kalau tugas-tugas pengawasan hanya diserahkan kepada Bawaslu saja, tentu tidak akan bisa optimal.

Mengingat, Bawaslu juga dihadapkan pada persoalan keterbatasan personel dan perangkat. Yang tentunya tidak akan bisa optimal mengawasi seluruh tahapan yang ada. Jika tidak ada dukungan dan peran serta dari elemen masyarakat di daerah ini. “Pemilu itu milik masyarakat sebagai pemilik hak suara (pemilih). Jadi baik tidaknya jalannya pemilu juga sangat tergantung dari peran serta masyarakat dalam mengawasi semua tahapan pemilu itu sendiri,” tandas Harun.

Hal senada juga disampaikan anggota Bawaslu Loteng lainnya, L. Faozan Hadi. Saat ini, Bawaslu Loteng terus memperluas dan memperkuat jaringan pengawasan partisipatif di masyarakat. Dengan menggandeng berbagai elemen dan kelompok masyarakat di daerah ini. Mulai dari kelompok-kelompok pemuda, organisasi kemasyarakat dan sosial lainnya.

Tidak hanya itu, Bawaslu Loteng juga telah membentuk kampung pengawasan pemilu. Sebagai wadah menampung kelompok masyarakat yang peduli dan mau ikut terlibat dalam mengawasi tahapan pemilu. “Saat ini jumlah kampong pengawasan memang belum banyak. Namun perlahan akan terus kita perbanyak. Dengan begitu, pengawasan partisipatif dari masyarakat bisa semakin kuat,” tandasnya. (kir)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...