Inovasi Pemprov NTB, Mulai dari NTB e-Lib, NTB Mall hingga NTB Care

Mataram (Suara NTB) – Salah satu inovasi Pemprov NTB yang dimasukkan dalam Innovative Goverment Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2022 adalah NTB e-Lib atau Electronic Library. NTB e-Lib ini merupakan perpustakaan digital yang aplikasinya bisa diunduh di google Playstore, sehingga masyarakat NTB dapat menikmati bacaan buku melalui HP.

Pada saat Tim Validasi Lapangan IGA Tahun 2022 datang ke Provinsi NTB Senin, 28 November 2022, salah satu yang ditinjau secara langsung adalah inovasi NTB e-Lib milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Lahirnya inovasi ini untuk memberikan kemudahan pelayanan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Provinsi NTB.

“Digitalisasi sesuatu yang tidak bisa ditolak, sehingga kita sudah punya NTB e-Lib atau perpustakaan digital. Ini salah satu upaya meningkatkan literasi masyarakat NTB, terlebih anak-anak,” kata tim dari Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB saat memberikan penjelasan kepada Tim Validasi Lapangan IGA, Senin, 28 November 2022.

Sampai saat ini NTB e-Lib sudah memiliki 551 anggota yang terlidiri dari beragam masyarakat, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga. Adapun judul buku yang sudah tersedia dalam versi digital sebanyak 1.080 judul dengan beragam tema, mulai dari tema umum sampai buku sekolah.

Di bidang kesehatan dan pembangunan manusia, inovasi lainnya yang diunggulkan Pemprov NTB Posyandu Keluarga yang melayani seluruh masyarakat NTB. Posyandu Keluarga ini dalam implementasinya telah terintegrasi dengan lintas sektor dan program, semua layanannya menjadi lebih luas. Tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, namun Posyandu Keluarga melayani remaja hingga lansia dengan semua ragam kebutuhannya.

Di Posyandu Keluarga Provinsi NTB ada inovasi berupa Sistem Informasi Posyandu (SIP). Inilah yang membedakan NTB dengan provinsi lainnya. Dimana semua petugas akan duduk bersama guna membahas apa saja persoalan yang ditemukan dalam program ini. Dengan hadirnya Posyandu Keluarga ini, sejumlah penghargaan pernah diraih oleh Pemprov NTB, salah satunya provinsi dengan kader Posyandu Terinovatif.

Adapun Inovasi di bidang pengembangan ekonomi yang ditampilkan yaitu hadirnya NTB Mall. NTB Mall ini merupakan tempat penjualan aneka produk IKM/UMKM NTB, baik secara online maupun offline. Untuk mendukung transaksi secara online, aplikasi ini bisa didownload di IOS dan Playstore dengan dukungan lebih dari 3.800 UMKM yang tergabung dalam konsep ini.

Inovasi dalam program ini berupa program barcode belanja oleh-oleh. Dimana bagi para tamu hotel yang ingin membeli produk-produk IKM/UMKM, mereka bisa langsung scan dari kamar hotel dan barang bisa diantarkan langsung.

“Belanja oleh-oleh tinggal scan di kamar hotel, nanti barangnya langsung bisa datang di pintu kamar tamu. Hampir 3000 kamar sudah ada QR Code oleh-oleh,” ujar tim NTB Mall yang memberikan penjelasan.

NTB Mall juga sudah mengantarkan UKM untuk melakukan ekspor produk ke Timur Tengah dengan nilai transkasi mencapai Rp 1,7 Miliar. Selain itu sudah dilakukan juga kegiatan “Business Matching” untuk melancarkan rantai pasok penjualan, dari UMKM ke usaha perhotelan. Dimana tahun 2022 ini, nilai transaksi yang sudah tercipta sebesar Rp 1,74 miliar.

Sementara itu, inovasi Pemprov NTB lainnya yaitu NTB Care. Ini merupakan aplikasi mobile yang menjadi mata, telinga dan tangan Pemprov NTB untuk menangkap, memahami dan merespon pengaduan masyarakat NTB kepada Pemerintah secara langsung tanpa melalui prosedur protokoler yang dapat menghemat waktu dan real time. NTB Care ini adalah cara orang yang tak mampu untuk berkomunikasi ke pemerintah tanpa birokrasi.

Kepala UPT Pusat Layanan Digital Diskominfotik NTB, Anugrah Fajar Fahrurazie  mengatakan, dari Januari hingga November 2022, sebanyak 860 aduan telah dilaporkan oleh masyarakat melalui aplikasi ini. Dalam jangka waktu 5 menit, aduan masyarakat itu sudah harus direspons oleh OPD teknis terkait dan dalam jangka waktu 1 x 24 jam, pengaduan masyarakt tersebut sudah harus ditindaklanjuti.

“Dalam 1×24 jam pengaduan masyarakat itu harus ditindaklanjuti, apakah aduan ini harus direspons oleh kabupaten/kota atau level desa. Karena kami juga sudah terintegrasi juga dengan seluruh PPID di Provinsi dan Kabupaten/Kota di tahun 2018. Kami juga sudah terkoneksi dengan seluruh kepala desa di NTB,” kata Anugrah Fajar Fahrurazie.(ris)

 



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...