3.630 KK di Mataram Tidak Punya Jamban Layak

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 3.630 kepala keluarga (KK) di Kota Mataram tidak memiliki jamban layak. Pembangunan jamban komunal dianggap bukan solusi. Sementara keterbatasan lahan juga menjadi penghambat.

Data yang dihimpun Suara NTB, jumlah keluarga yang tercatat dalam verifikasi dan validasi di enam kecamatan mencapai 22.351 KK. Yakni, Kecamatan Ampenan dari 4.524 KK yang tidak mempunyai jamban layak 586 KK, Kecamatan Mataram dari 3.121 KK terdapat 519 KK tidak memiliki jamban layak.

Cakranegara dari 3.991 KK terdapat 686 keluarga tidak memiliki jamban layak. Kecamatan Sekarbela terdapat 628 KK tidak memiliki jamban layak dari 3.202 KK. Kecamatan Selaparang 377 KK tidak memiliki jamban layak dari 3.236 KK. Dan Kecamatan Sandubaya terdapat 834 KK yang tidak memilik jamban layak dari jumlah 4.277 KK.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi membenarkan data tersebut. Pihaknya sebenarnya sudah mengintervensi dengan cara membangun jamban sehat maupun jamban komunal di pemukiman warga, tetapi tidak dirawat dengan baik. “Sudah kita bangun sejak dulu,” jawab Usman dikonfirmasi, Selasa, 29 November 2022.

Pola pemberian bantuan diubah dengan program pemicu. Artinya, Pemkot Mataram memberikan material yang dibutuhkan warga untuk membangun jamban. Misalnya, kebutuhan semen, besi, dan lain sebagainya akan didistribusikan. Cara ini digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk merawat fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. “Kita kumpulkan apa yang menjadi kebutuhannya. Misalnya, butuh semen, kita antarkan,” jelasnya.

Bantuan pembangunan jamban ada setiap tahun melalui dana pokok-pokok pikiran anggota dewan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Usman mengakui, banyaknya masyarakat yang tidak punya jamban layak disebabkan luas wilayah Kota Mataram sangat terbatas, sehingga masyarakat kesulitan membangun jamban secara mandiri. Salah satu alternatifnya adalah, jamban komunal diharapkan bisa memanfaatkan agar warga tidak buang hajat di kali atau sungai. “Terutama paling banyak itu di kawasan padat penduduk,” sebutnya.

Menurut Usman, pembangunan instalasi pengolahan limbah komunal bisa menjadi solusi bagi masyarakat tidak memiliki jamban di Kota Mataram.

Supiadi Nur, warga lingkungan Pengempel, Kelurahan Bertais bersyukur dibangunkan jamban sehat oleh Pemkot Mataram. Sebelum dibangun jamban tahun 2018 lalu, ia bersama saudara-saudaranya mandi dan buang air besar di sungai. “Kalau dulu mandi dan BAB di sungai,” ucapnya. (cem)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...