Ruang Penyimpanan Barang Bukti Jadi Atensi Jaksa Agung

Mataram (Suara NTB) – Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, memberi atensi khusus terkait tempat penyimpanan barang bukti yang berada di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah. Hal itu menjadi atensi, untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terutama penyalahgunaan barang bukti.

“Di sela-sela kunjungannya di NTB, khususnya di Kejari Lombok Tengah memang Jaksa Agung memberikan atensi khusus terkait ruang penyimpanan barang bukti,” kata Juru bicara Kejati NTB Efrien Saputra, kepada wartawan, Senin, 28 November 2022. Meski demikian, Jaksa Agung mengakui ruangan untuk penyimpanan barang bukti sudah cukup baik.

Jaksa Agung menilai secara keseluruhan, tempat penyimpanan barang bukti cukup representatif, tertutup dan terpisah dari kantor. Selain itu, seluruh barang bukti juga terlabelisasi dengan baik termasuk administrasi juga tersusun rapi. Meski demikian, Jaksa Agung mengingatkan agar barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, segera dieksekusi sehingga tidak rusak. “Sudah cukup baik, tetapi harus tetap ditingkatkan,” timpalnya.

Jaksa Agung juga menyarankan agar setiap penerimaan barang bukti dicatat secara detail dan dicek berkala. Apabila terdapat barang-barang berbahaya, mudah terbakar dan meledak, dapat dimusnahkan terlebih dahulu sebelum diajukan ke pengadilan. Jaksa Agung juga menegaskan agar penanganan perkara tindak pidana khusus tetap menjadi prioritas guna penyerapan anggaran. “Eksistensi institusi itu bisa dilihat ketika dapat mengangkat perkara yang berdampak pada masyarakat luas seperti kelangkaan minyak goreng, pupuk dan kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Para Adhyaksa Peka

Sementara dalam kunkernya di Lombok Timur, Jaksa Agung meminta seluruh Adhyaksa untuk peka. Sebagai penegak hukum, Kejaksaan  harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan hukum.

Jaksa Agung menyoroti kasus penyalahgunaan narkotika yang makin marak. Kepada seluruh Adhyaksa di tingkat  daerah termasuk Kejaksaan Negeri Lombok Timur diperintahkan untuk atensi serius masalah narkotika dan perlindungan anak.

Jaksa Agung meminta dalam penanganan kasus dilakukan dengan pendekatan kepada masyarakat. Dekati para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.

Disarankan untuk terus sosialisasi tentang bahaya narkotika dan pentingnya perlindungan terhadap anak. Penyuluhan dan penerangan hukum di Lombok Timur diharapkan berlangsung aktif sampai di tingkat desa, sekolah, dan pondok pesantren. Menurutnya, dengan pendekatan itu akan dapat mengeliminir tindak pidana yang terjadi. Masalah narkoba dan anak ini diminta dapat dijadikan materi kegiatan penyuluhan dan penerangan hukum.

Dominasi masalah penyalahgunaan narkoba dan anak ini di wilayah hukum Lombok Timur dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Efi Laila Kholis, SH. Dia menyebutkan bahwa setiap bulan, sekitar 25 perkara. Kasus yang paling menonjol yaitu narkotika 25 persen dan perlindungan anak 15 persen. (rus)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...