Nama Suhaili Tak Masuk Dalam Daftar Bacaleg DPR RI Partai Golkar

0

Mataram (Suara NTB) – Partai Golkar telah menetapkan fungsionaris untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) DPR RI pemilu 2024. Para Bacaleg tersebut bahkan sudah menerima surat perintah pencalegkan dari DPP Golkar untuk mulai bergerak melakukan kerja-kerja politik.

Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. Mohan Roliskana yang dikonfirmasi terkait dengan formasi Bacaleg Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 1 dan NTB 2. Menyebutkan bahwa formasi Bacaleg Golkar NTB diisi oleh tokoh-tokoh besar yang dinilai punya basis suara.

“Kita mau rebut kursi di Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa ya, saya optimis di Dapil NTB 1 kita bisa dapat kursi. Bacaleg di sana ada Dae Fera dan ada Ali Rahim,” ungkap Mohan dan dia masih merahasiakan satu nama yang Bacaleg di Dapil itu. Sementara di Dapil NTB II Pulau Lombok, Walikota Mataram itu menyebutkan partainya sudah menetapkan sejumlah nama Bacaleg DPR RI. Diantaranya Bacaleg petahana, Sari Yuliati, kemudian Ahyar Abduh, Lalu Wireginawang, Adi Putra Tahir, dan Humaidi.

“Ada beberapa nama lain yang saya tidak ingat nama-namanya. Insya Allah saya pikir dari nama-nama ini Golkar bisa tetap mengamankan satu kursi DPR RI,” katanya. Ketika ditanya terkait nama mantan Bupati Lombok Tengah dua periode, H. Suhaili FT yang sebelumnya disebut-sebut akan dicalonkan sebagai anggota DPR RI, justru tidak dicalonkan Golkar, dan Mohan sendiri memastikan hal itu.

“Pak Suhaili tidak ada, nama beliau tidak masuk di situ. (Kalau soal Suhaili disiapkan Calon Gubernur), saya ndak komentar soal itu, kita bicara komposisi Bacaleg dulu,” tegasnya.

Ditanya lebih jauh terkait dengan optimisme Partai Golkar tetap bisa mempertahankan kursi DPR RI dari Dapil NTB II Pulau Lombok. Mengingat kompetisi Pileg 2024 di Pulau Lombok diprediksi akan cukup kompetitif, karena muncul sejumlah nama besar yang juga akan ikut turun maju jadi caleg seperti mantan Gubernur NTB dua periode, Dr. TGB. KH. M. Zainul Majdi.

“Kalau soal mengamankan itu saya rasa masih aman. Karena saya pikir masing-masing punya basis suara sendiri dan kita sudah petakan dengan baik. Ya Insya Allah lah kita akan maksimalkan,” pungkasnya. (ndi)