Pengerjaan Proyek Fisik, Cuaca Tidak Boleh Menjadi Penghambat

Mataram (Suara NTB) – Penataan pedestrian di Jalan Pejanggik dikhawatirkan terhambat karena pengerjaannya di area terbuka. Namun rekanan diperingatkan tidak menjadikan cuaca sebagai alasan untuk menghambat penyelesaian pekerjaan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi rekanan untuk mengulur-ulur waktu penyelesaian pekerjaan karena alasan cuaca. Mekanisme serta waktu pengerjaan telah disepakati oleh pemenang tender, konsultan perencana, pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelum tanda tangan kontrak. “Cuaca yang akan mereka hadapi sudah disanggupi kemudian pekerjaan berjalan,” tegas Alwan dikonfirmasi pekan kemarin.

Penataan pedestrian atau trotoar di Jalan Pejanggik menggunakan anggaran Rp3,38 miliar lebih. Pekerjaan dimenangkan oleh rekanan dengan nilai kontrak Rp3,31 miliar lebih. Berdasarkan kontrak pekerjaan harus rampung akhir tahun 2022.

Alwan mengaku, pekerjaan pedestrian di Jalan Pejanggik dikhawatirkan karena pengerjaannya di ruang terbuka. Namun demikian, rekanan harus memiliki skenario untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Ia meyakini pasti pemenang tender memiliki tenaga, bahan, sistem kerja,dan jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi keterlambatan. “Harus ada skenario dilakukan oleh rekanan.  Jangan diakhir pekerjaan kemudian cuaca disalahkan,” katanya mengingatkan.

Dua pekerjaan fisik lainnya yakni, lanjutan pembangunan gedung kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan lanjutan pembangunan gedung kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram, tidak ada masalah. Rekanan hanya melanjutkan pekerjaan yang sudah ada dan kondisinya rata-rata memiliki atap. Artinya, proses pengerjaan bagian dalam tidak berpengaruh oleh faktor cuaca. “Kalau dua gedung itu tidak ada masalah karena sudah beratap semua,” ucapnya.

Pagu anggaran gedung kantor BKPSDM senilai Rp4,8 miliar. Proyek ini dimenangkan rekanan dengan nilai penawaran Rp4,5 miliar lebih. Sementara, pagu anggaran gedung Dispora Rp3,4 miliar dan pekerjaan dikerjakan rekanan dengan nilai kontrak Rp3,3 miliar lebih. Kedua pekerjaan fisik ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

Alwan mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi pekerjaan fisik tersebut sebagai bentuk pengawasan. Artinya, jika ada kekurangan atau keterlambatan bisa segera diambil langkah percepatan dan lain sebagainya. (cem)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...