Kasus RTG, Polisi Siap Telusuri Peran Tersangka Lain

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polresta Mataram, mengaku siap menelusuri peran tersangka lain dalam kasus tindak pidana korupsi rumah tahan gempa (RTG) di Lombok Barat. Hanya saja untuk sementara penyidik menunggu petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya disampaikan dalam tuntutan terhadap terdakwa Indrianto.

“Kita siap melakukan penelusuran ke tersangka lain, tinggal kita tunggu petunjuk dari JPU dalam tuntutan terhadap terdakwa Indrianto,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S.IK, kemarin. Dia pun berharap penelusuran peran tersangka lain mendapat dukungan dari kejaksaan sesuai yang telah diuraikan dalam dakwaan Indrianto.

Diakuinya, soal hasil penelitian jaksa kemarin, berkas milik Indrianto itu sudah dinyatakan lengkap tanpa ada petunjuk pengembangan ke tersangka lain. Apabila ada petunjuk dari putusan pidana Indrianto perihal pengembangan peran tersangka lain. Dia memastikan akan kembali membuka berkas dan menelusuri alat bukti yang mengarah pada keterlibatan orang lain. “Memang di berkas penyidikan Indrianto, dua orang yang disebut dalam tuntutan jaksa turut menikmati itu ada,” tambahnya.

Indrianto dalam kasus korupsi dana program RTG Desa Sigerongan berperan sebagai Bendahara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Repok Jati Kuning, yang bertugas menyalurkan bantuan pemerintah untuk perbaikan dan pembangunan rumah warga yang terdampak gempa tahun 2018. Pokmas Repok Jati Kuning saat itu mendapatkan tugas untuk menyalurkan bantuan berupa material dengan dukungan anggaran Rp1,79 miliar untuk 70 kepala keluarga di Desa Sigerongan, Kabupaten Lombok Barat, yang terdampak bencana.

Pencairannya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama disalurkan Rp500 juta, tahap kedua disalurkan Rp750 juta, dan tahap ketiga disalurkan Rp90 juta. Namun, setelah pemerintah mencairkan anggaran ke kantong pokmas, sejumlah warga yang terdaftar sebagai penerima tidak kunjung mendapatkan bantuan. Terungkap uang tersebut telah dinikmati oleh terdakwa Indrianto yang berperan sebagai bendahara pokmas. Hal itu pun yang mengakibatkan proyek RTG di wilayah tersebut terhambat. (ils)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...