Tokoh Masyarakat Desa Lingsar dan Bawaslu Deklarasi Anti-Politik SARA

Giri Menang (Suara NTB) – Penggunaan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) pada perhelatan pemilu 2024 dinilai masih sangat berpotensi terjadi. Maka dalam rangka itu, Bawaslu Provinsi NTB mulai dari sekarang bergerak melakukan langkah-langkah pencegahan penggunaan politisasi SARA.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu NTB yakni dengan mengajak semua elemen masyarakat di tingkat desa untuk berkomitmen menolak segala bentuk politisasi SARA pada pemilu 2024 mendatang. Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu Desa yang dipilih sebagai desa percontohan anti politik SARA.

“Kenapa kami pilih Desa Lingsar? Karena kita tahu sejarah dan budaya persaudaraan antar agama di sini sangat bagus. Kerukunan seperti ini yang kita harapkan terjadi juga pada pemilu 2024 mendatang,” ucap anggota Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri kepada Suara NTB, pada Kamis, 24 November 2022.

Lebih jauh disampaikan Hasan, pihaknya memberikan atensi pada potensi penggunaan isu SARA, sebab pihaknya tidak ingin pengalaman pemilu 2019 lalu, di mana terjadi polarisasi politik berdasarkan agama cukup kuat akan terulang kembali pada pemilu 2024.

“Politisasi SARA itu membekas dan melekat sekali, bahkan sangat terasa sampai sekarang. Nah pada pemilu 2024 tidak tertutup kemungkinan terjadi lagi digunakan oknum-oknum yang tidak memiliki semangat nasionalisme. Kami harapkan polarisasi politik berdasarkan Sara pada pemilu 2019 lalu tidak terulang lagi di pemilu 2024 ini,” tegasnya.

Dipaparkan mantan Ketua Bawaslu Kota Mataram ini bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat majemuk. Di dalamnya hidup banyak agama, suku, ras dan golongan. Semua warga negara apapun latar belakangnya memiliki hak yang sama di pemilu 2024 nanti.

“Siapapun warga negara itu, punya hak yang sama untuk di pilih dan memilih. Mau dia agama apa saja, suku apa saja, karena itu dijamin konstitusi, dan kita bisa hidup bergandengan dengan Pancasila. Lantas kemudian kalau soal akidah saja bisa kita bergandengan tangan, masa perbedaan pilihan politik kita tidak bisa bergandengan tangan, karena berbeda pilihan kemudian tidak saling tegur sapa,” kata Hasan.

Oleh sebab itulah pihaknya berharap dimulai dari Desa Lingsar ini mencegah dan meminimalisir potensi politik SARA. “Kita harus punya komitmen bersama bahwa pemilu ada hajatan demokrasi lima tahunan sekali. Tapi persaudaraan, persatuan tidak terpecah belah. Agar itu tidak terjadi, maka salah satu yang kami lakukan Deklarasi Desa Anti Politisasi Sara yang pertama di NTB, di Lingsar ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Lingsar, Sahyan menyampaikan bahwa selama ini kerukunan warganya sangat terjalin kuat meskipun hidup berdampingan dengan perbedaan agama. Kerukunan tersebut merupakan warisan leluhur nenek moyang Desa Lingsar yang sampai saat ini terus dipertahankan.

“Kami sebagai pemerintah desa tentu akan terus menjaga kerukunan antar ummat beragama di warga kami ini ke depannya. Salah satu upaya kami, dengan terus duduk bersama, bersilaturahmi, dan saling menjaga ketika ada kegiatan ritual keagamaan, baik di ummat Islam maupun ummat Hindu. Alhamdulillah, setiap pemilu di Lingsar ini tetap aman kondusif dan lancar,” pungkasnya. (ndi)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...