Sidang Kasus BPR Loteng, Agus Fanahesa dan Johari Dituntut 2,6 Tahun

Mataram (Suara NTB) – Agus Fanahesa dan Johari terdakwa kasus korupsi pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Batukliang Lombok Tengah dituntut 2,6 tahun penjara. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat satu (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun enam bulan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Surya Diatmika saa membacakan surat tuntutan di PN Tipikor Mataram, Kamis, 14 November 2022. Keduanya juga dibebankan membayar pidana denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa juga meminta majelis hakim untuk membebankan kepada terdakwa untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp2 juta untuk terdakwa Agus Fanahesa dan Rp1 juta dan terdakwa Johari Rp1 juta. Jika uang tersebut tidak diganti maka asetnya disita. Jika asetnya tidak mencukupi maka terdakwa harus menjalani hukuman badan selama 1 bulan penjara. “Jika tidak memiliki harta maka asetnya akan disita untuk menutupi kerugian negara dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Selain kepada terdakwa, Jaksa juga meminta kepada I Made Sudarmaya untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp2,3 miliar. Saat ini berkas perkara atas nama I Made Sudarmaya sudah masuk tahap penyidikan. Jaksa juga meminta kepada majelis hakim agar semua barang bukti yang dihadirkan didalam persidangan untuk dikembalikan dengan tersangka yang lain. “Meminta barang bukti yang dihadirkan di persidangan untuk dikembalikan ke penyidik untuk pengembangan ke tersangka lain,” kata JPU kepada majelis hakim dengan hakim ketua Ketut Somanasa.

Sebelum membacakan tuntutan, penuntut umum telah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, keduanya dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal yang meringankan, keduanya berterus terang dan mengakui perbuatannya. Terdakwa berlaku sopan di persidangan dan tidak pernah dihukum. “Tuntutan tersebut sudah kita pertimbangkan yang memberatkan dan meringankan sebelum kita sampaikan,” tukasnya.

Untuk diketahui dalam perkara ini, Johari menjadi terdakwa bersama Agus Fanahesa. Johari berperan sebagai “Account Officer” pada BPR Cabang Batukliang. Sedangkan Agus Fanahesa saat itu menjabat sebagai Kepala Pemasaran BPR Cabang Batukliang. Keduanya didakwa turut terlibat terkait munculnya kredit fiktif 199 anggota Polri hingga menimbulkan kerugian Rp2,38 miliar. Kerugian itu muncul dalam periode pencairan kredit 2014-2017. (ils)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...