Kecamatan Kuripan “Berjihad” Tekan Kasus Stunting

0

Giri Menang (Suara NTB) – Camat Kuripan Iskandar, S.Sos., menegaskan komitmen Kecamatan Kuripan bersama Forkopimda, para kepala desa (kades) di wilayahnya siap “berjihad” mempercepat penurunan angka kasus stunting.  Saat ini, kecamatan tersebut berada di urutan ke empat kasus stuntingnya di Lobar. Jumlah stuntingnya pun masih di bawah rata-rata kabupaten. Upaya yang dilakukan dengan membentuk TPPS (Tim Percepatan Penanggulangan Stunting) di tingkat kecamatan hingga level desa.

Hal itu disampaikan Camat Kuripan pada kegiatan Mini Lokakarya (Minilok) yang diadakan UPTD DP2KBP3A Kecamatan Kuripan di kantor Kecamatan Kuripan dihadiri Sekretaris DP2KBP3A Hj. Erny Suryana, Kepala UPT BLUD Puskesmas Kuripan M. Husni, Forkopimcam, Para Kades, Kader dan unsur terkait lainnya. “Kami bersama Forkopimcam, Kades, Puskesmas, UPTD kecamatan dan para tokoh agama, tokoh masyarakat sudah sepakat siap “berjihad” mempercepat penurunan stunting ini,” kata Iskandar, Rabu, 23 November 2022.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan kasus stunting ini, termasuk membentuk TPPS melibatkan Forkopimcam, puskesmas dan para kades se Kecamatan Kuripan. Enam kades sudah diinstruksikan untuk pembentukan TPPS di tingkat desa.

“Dan alhamdulillah di Kecamatan Kuripan semua sudah terbentuk di tingkat desa untuk tingkat desa,” jelas dia.

Tim ini pun sudah bergerak turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan tentang kesehatan dan mencegah stunting. Melalui kegiatan posyandu keluarga, penyuluhan dan menyasar tempat-tempat ibadah.

Pihaknya berkoordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat agar di setiap mereka selesai kegiatan baik di dusun dan keagamaan seperti pengajian bisa menyisipkan masalah kesehatan ini. Sebab kesehatan ini adalah tugas bersama baik dari pemerintah maupun masyarakatnya.

Dampak dari berbagai program yang dilaksanakan ini pun terlihat di Kecamatan Kuripan.  Itu dilihat dari angka stunting pada Januari – Februari di Kuripan angka 20 persen. “Dan pada bulan 10-11 (Oktober-November red) angka penurunan stunting 18.54 persen. Itu artinya sudah masuk cepat,”ujarnya. ‘’Angka ini masih di bawah rata-rata Lombok Barat. Dan kita masih urutan ke 4 (terendah),”imbuh dia. (her)