Transaksi UMKM Saat WSBK Mandalika Diperkirakan Capai Rp1,7 Miliar

0

Mataram (Suara NTB) – Setiap ada gelaran internasional di Provinsi NTB, pelaku UMKM secara rutin dilibatkan, baik di kegiatan MotoGP, WSBK maupun MXGP Samota. Di event World Superbike (WSBK) Mandalika yang berlangsung tanggal 11 – 13 November kemarin, transaksi UMKM selama tiga hari itu diperkirakan mencapai Rp 1,7 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Drs H. Fathurrahman mengatakan, pada event kemarin, UMKM hanya ditempatkan di satu lokasi saja yaitu di tengah Sirkuit Mandalika dan menjadi salah satu bagian kegiatan yang bertajuk Lombok – Sumbawa Fair 2022. Lokasi UMKM yang berada di dalam satu tempat untuk memudahkan konsumen menjangkau lokasi berbelanja saat event WSBK.

“Kalau dirata-ratakan, gelaran selama tiga hari itu tanggal 11 – 13 November kemarin, hasilnya meskipun belum secara komulatif, kami dengan Dinas Koperasi dan UKM memperkirakan transaksi sekitar 1,7 miliar rupiah,” kata Fathurrahman, Selasa, 22 November 2022.

Fathurrahman mengatakan, pihaknya tidak memasang target transaksi UMKM selama event Lombok – Sumbawa Fair tersebut, sebab yang terpenting adalah para pelaku UMKM ikut berkontribusi dan dan melakukan promosi terhadap produk yang ditampilkannya.

Diakui, pada hari pertama kegiatan tidak begitu ramai. Namun penonton mulai ramai pada hari kedua dan ketiga event. Terlebih ada panggung hiburan di kawasan Sirkuit Mandalika berupa konser musik membuat jumlah penonton semakin banyak, terutama di hari terakhir event.

 Fathurrahman mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Lombok – Sumbawa Fair yang menjadi side event WSBK Mandalika 2022. Evaluasi itu dilakukan untuk melihat apa saja yang perlu dibenahi atau diperbaiki saat WSBK Mandalika pada Maret 2023.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komandan Lapangan WSBK Mandalika, PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

“Konsepnya akan dikembangkan, karena dari evaluasi banyak zona-zona penonton yang masih minim makanan dan minumnya. Ada perbaikan konsep lagi, kita koordinasi dengan ITDC dan MGPA. Pada prinsipnya kami memfasilitasi UMKM,”ujar Fathurrahman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri sebelumnya mengatakan, total ada 250 UMKM yang difasilitasi berjualan di area Sirkuit setelah melalui proses kurasi atau seleksi. Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen berjualan kuliner, sementara 20 persen pelaku usaha menyediakan hadycraft dan aneka suvenir untuk para penonton.

Komposisi ini diambil karena berdasarkan pengalaman di event-event sebelumnya, aneka makanan dan minuman yang paling banyak dicari.

Banyak pelaku UMKM yang berjualan di Sirkuit Mandalika selama event WSBK Mandalika yang meraup untung. Dengan penonton yang mencapai sekitar 50 ribu orang, kuliner menjadi barang yang paling banyak dicari.

Yanti, pelaku UKM Sorgum yang mendapatkan stand di lokasi Lombok – Sumbawa Fair mengaku pada event kali ini, kuliner yang dijualnya selalu habis. Bahkan di hari pertama, Jumat 11 November 2022, barang yang dibawa habis, padahal tidak begitu ramai karena sesi balapan belum dimulai.

“Dari hari pertama, barang jualan habis. Kalau omzet sekitar 1 jutaan di hari pertama dan hari kedua. Kalau di hari terakhir ini, paling ramai, omzet empat kali lipat, sekitar 4 juta,” tutur Yanti.

Ia mengatakan, ia secara rutin mengisi lapak-lapak UMKM di Mandalika saat digelar event balap, misalnya di WSBK tahun 2021 kemudian MotoGP bulan Maret 2022 dan WSBK Mandalika 2022.

“Di MotoGP itu, pada hari Sabtu dan Minggu paling ramai. Kami bisa dapat sampai 20 juta saat itu,” katanya.(ris)