Tenun Pringgasela Masih Terkendala Pemasaran

Para pelaku usaha tenun Pringgasela sekarang melakukan berbagai cara untuk memasarkan hasil tenun. Tidak saja lewat pasar lokal, namun juga sudah mulai rambah pasar internasional. Hanya saja, tenun khas Pringgasela ini masih menghadapi banyak kendala dalam pemasaran tersebut.

DEMIKIAN penjelasan Kepala Desa (Kades) Pringgasela Mul’an saat ditemui di Pringgasela. Berbagai acara pun digelar untuk lebih mengenalkan tenun Pringgasela.  Salah satunya Pemerintah Desa Peringgasela menggelar talkshow dan  Lomba Kain Tenun beberapa hari lalu.

Kades Pringgasela ini berharap dengan terselenggaranya acara ini pemasaran produk kain tenun Pringgasela lebih baik lagi ke depan.

Mul’an mengakui setelah beberapa bulan terakhir ini, termasuk salah Pesona Budaya Pringgasela, banyak wisatawan yang datang ke Pringgasela. Wisatawan yang datang dinilai hanya melihat dan di pinggir-pinggir jalan atau galeri-galeri kecil saja.

Produk tenun Pringgasela diharapkan kades dapat dipasarkan lebih luas. Tidak hanya bisa didapatkan saat tamu luar negeri ini berlibur ke Lombok, tapi bisa didapatkan kapan saja dan dimana saja, tanpa harus datang ke Pringgasela.

Sejauh ini, tenun khas Pringgasela didapat  saat sedang berlibur ke Lombok saja. Kalau pun ada yang diekspor jumlahnya belum begitu banyak. Pemdes bersama pemuda Desa Pringgasela membuat acara promosi tenun dengan pemanfaatan potensi budaya desa ruang budaya dan sentra tenun gedongan Pringgasela. Acara  dikemas dengan Talkshow dan pameran kain tenun khas Pringgasela.

Panitia sekaligus pendamping Desa, Desa Pringgasela Kuratul Aini Rikika menyampaikan desa Pringgasela tahun ini satu-satunya desa di Lombok Timur yang mendapatkan program pemanfaatan potensi budaya desa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi RI.

Dituturkan, pada tahun lalu pihaknya mendapat program sekolah tenun. Kegiatan ini merupakan aksinya dengan mengadakan kegiatan talkshow dan pameran kreasi kain tenun. Materi talkshow yang diberikan ialah pengembangan produk-produk tenun. Tujuan acara untuk meningkatkan kreativitas para pengrajin untuk mengembangkan produk tenun dan menghasilkan karya-karya yang lebih banyak dan beragam. Harapannya, produk tenun yang dipasarkan tidak hanya berbentuk lembaran kain saja.

Selain materi pengembangan produk, para pengrajin juga diberikan materi teknik  marketing.  Para perajin tenun bisa memasarkan produk-produknya dengan baik agar lebih dikenal oleh pembeli baik pembeli lokal maupun mancanegara.

Tidak ditampik, masalah yang paling sering terjadi adalah saat promosi. Bagaimana cara promosi yang baik dan benar. Menurutnya, percuma saja buat kerajinan tenun tapi tidak bisa memasarkannya. Percuma ada produk tapi tidak bisa memasarkannya. “Kami juga mengatakan pameran kerajinan tenun untuk melihat produk unggulan dari masing-masing kelompok,” demikian ujarnya. (rus)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...