Tiga Dosen Unizar Lulus Uji Kompetensi Pendamping UMKM Berlisensi BNSP

0
Mataram (Suara NTB)Kabar membanggakan datang dari tiga dosen Universitas Islam Al-Azhar (Unizar). Ketiga dosen ini dinyatakan lulus Uji Kompetensi Pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

Bekerjasama dengan Forum Manajemen Indonesia (FMI), BNSP menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping UMKM yang bertempat di Hotel Harris, Denpasar – Bali, pada tanggal 28-29 Oktober 2022. Hadir mewakili Unizar pada acara tersebut, sebagai angkatan ke-14, yakni Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unizar, Dr. Triana Lidona Aprilani, S.T, M.Ak.; Wakil Dekan I FE Unizar, Baiq Dewi Lita Andiana, S.E., M.App.Com.; dan Manajer SDM & Pemasaran Inkubator Bisnis Teknologi Unizar, Narita Amni Rosadi, S.P., M.Si.

 

Bersama dengan 24 peserta lainnya dari seluruh Indonesia, ketiga dosen Unizar ini, yang sekaligus sebagai perwakilan dari NTB, mendapat materi terkait pendamping UMKM pada hari Jumat (28/10).

 

Triana Lidona Aprilani mengungkapkan rencana setelah memperoleh sertifikat berskala Nasional sebagai pendamping UMKM. “Banyak materi yang kami dapatkan selama pendampingan UMKM ini, dimulai dari pendampingan studi kelayakan usaha, menyusun laporan keuangan UMKM, menyusun business plan, menerapkan prinsip kesehatan kerja untuk mengendalikan resiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, red), dan masih banyak lagi beberapa materi yang terkait pendampingan UMKM. Rencana ke depan yang akan kami lakukan, survei data ke Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, mana UMKM yang masih berjalan lama atau yang baru berjalan untuk kita bekerjasama memberikan pendampingan UMKM,” urainya.

 

Ia juga mengungkapkan harapannya untuk UMKM NTB. “Melalui pendampingan UMKM ini, kami mampu menjadi pendamping yang enterpreneurial dan berharap dapat mengembangkan pola pikir kewirausahaan terhadap binaan-binaan UMKM kita nantinya. Harapan ke depan tentu saja agar UMKM di NTB terus giat, tumbuh, dan berkembang,” ujarnya.

 

Senada dengan harapan yang diungkapkan Baiq Dewi Lita Andiana, berharap agar UMKM di Provinsi NTB mampu dan berhasil berkembang, serta naik kelas dengan skala pasar tidak hanya lokal, tapi juga internasional. Ia juga merencanakan pemetaan pelaku UMKM yang belum diberikan pendampingan, membangun dan memperluas jejaring bagi UMKM yang akan didampingi, baik melalui lembaga Inkubator Unizar, maupun lembaga-lembaga yang concern dengan pengembangan UMKM NTB.
Ditemui di ruang Inkubator Bisnis Teknologi (ITe) Unizar, Narita Amni Rosadi, menjelaskan terkait keberlangsungan acara ini.

 

“Seminggu sebelum pelaksanaan acara ini, kita sudah mendapatkan materi via zoom seharian penuh, dari pagi sampai sore. Baru setelah itu offline. Rata-rata peserta yang ikut acara tersebut adalah dosen dan bukan hanya pendamping biasa. Ada yang dari Kota Waingapu, Jogja, Aceh, Denpasar, Tarakan, dan lain-lain. Unizar menjadi co-host acara ini. Implementasinya nanti sangat banyak dan lebih kepada pengabdian ke masyarakat. Di acara itu kita dilatih cara komunikasi, pendampingan, manajemen, akuntansi, serta digitalisasi UMKM. Kita diuji asesor dengan metode wawancara selama kurang lebih 50 menit dan juga ada tugas terkait profil UMKM, proyeksi business plan, dan kekuatan produk UMKM kita,” jelasnya.

 

Sebagai informasi, BNSP merupakan sebuah badan independen yang dibentuk pemerintah untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi kerja bagi tenaga kerja, baik yang berasal dari lulusan pelatihan kerja, maupun dari pengalaman kerja.

 

Adapun para pematerinya antara lain Johanes Pungky Dwi H., S.T.P., M.M. (Micro Financial Advisor), M. Setiawan Kusmulyono, M.M. (Entrepreneurship Researcher and Faculty Member Prasetiya Mulya University), Hendrikus Nendra Prasetya, S.P., M.Si. (Quality Assurance Sanitation and Food Production Health Expert), Santi Djiwandono (Konsultan Komunikasi), Rizki Priyoko, S.H., M.PSDM. (Co-founder & CEO HR 24/7), dan Ni Putu Dyah Krismawintari, S.E., M.M. (Sekretaris II Pengurus FMI Korwil Bali). Keesokan harinya (29/10) dilaksanakanlah tes wawancara terkait materi yang sudah didapatkan.

 

Adapun materi-materi yang didapatkan pada acara tersebut, diantaranya: Pendampingan akses pembiayaan UMKM, pendampingan penyusunan studi kelayakan usaha, pendampingan penyusunan laporan keuangan UMKM, identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan (need assessment) pendampingan UMKM, melakukan business plan, prinsip kesehatan kerja untuk mengendalikan resiko, penerapan alat, teknik, dan metode peningkatan produktivitas, melakukan komunikasi, motivasi, negosiasi, dan lain-lain.
Keseluruhan materi tersebut diberikan mengingat bahwa kelemahan UMKM di Indonesia saat ini diantaranya belum dimilikinya kemampuan pengelolaan usaha yang profesional. Demikian pula, kurang dimilikinya kemampuan membaca pasar hingga dapat mempengaruhi pemasaran, termasuk kelemahan dalam kemampuan melakukan pemasaran produk. Selama ini UMKM hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut (word of mouth). (ron)