Rekrutmen PPPK, Kinerja Tenaga Non ASN di Lobar Dikawatirkan Menurun

0

Giri Menang (Suara NTB) – Tenaga non ASN di Lombok Barat (Lobar) dibuat tak menentu, akibat kebijakan pemerintah yang membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hanya menyiapkan 284 formasi tahun ini. Itupun banyak dari kalangan guru dan tenaga kesehatan (nakes). Sementara masih banyak non ASN guru yang lolos passing grade justru tak diakomodir.  Hal itu kian membuat tenaga non ASN dikhawatirkan kurang semangat bekerja, sehingga mereka menuntut kejelasan nasib dari Menpan RB.

Para tenaga non ASN lingkup Pemkab Lobar misalnya, bertanya-tanya soal  nasib mereka. Sebab yang dibuka formasi saja sangat sedikit, hanya 284 orang, sedangkan jumlah tenaga non ASN di Lobar 4.000 orang lebih.  Formasi itupun tidak mengakomodir mereka selalu tenaga non ASN yang hampir belasan tahun bekerja. “Kalau ndak jelas gini kebijakan (pusat) lebih baik sih biarkan tetap tenaga honorer ini. Jangan dihapus,” keluh salah seorang tenaga non ASN, Rabu, 9 November 2022.

Kalaupun pun ada opsi lewat outsourcing, bagi tenaga ASN khawatir justru merugikan mereka, karena bisa diberhentikan sepihak, tidak seperti honorer. Ia sangat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah terkait bagaimana nasib mereka, karena  dampak dari  rekrutmen PPPK ini justru mengganggu kinerja para non ASN.

Sementara itu, menanggapi tuntutan tenaga non ASN ini, Kepala BKD dan PSDM Lobar Jamaluddin melalui Kabid Pengadaan Mutasi Data Informasi Lalu Muhammad Fauzi mengatakan penggadaan PPPK dan CPNS  di Lobar mengacu zero growth. Artinya, rekrutmen PPPK dilakukan berdasarkan jumlah ASN yang pensiun. “Kita pakai zero growth, kita lihat berapa (ASN) yang pensiun, itulah yang kita buka (rekrut),” terangnya, Rabu, 9 November 2022.

Selama dua tahun terakhir, ungkapnya, tambahan DAU yang dijanjikan pusat nyatanya tidak ada. Malah tren DAU dari 2020-2021 menurun.  Bahkan dengan formasi 1.006 dan 152 PPPK yang sudah diangkat saja, menyebabkan keuangan daerah sempoyongan, sehingga tahun ini, rekrutmen PPPK dilihat dari jumlah ASN yang pensiun.

Pihaknya pun sudah menghitung jumlah ASN pensiun tahun 2022-2023 mencapai 300 orang. Untuk tahun depan, lanjut dia, belum tentu sama. Pihaknya akan menghitung lagi, mengacu data di BKD, berapa ASN yang pensiun tahun 2024. Dan itu lanjut dia, dibahas lagi dengan TAPD untuk memastikan ketersediaan anggaran gajinya.  (her)