Pegawai Disdag Turun ke Pasar Wajib Tunjukkan Nota Dinas

0

Mataram (Suara NTB) – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oknum pegawai Dinas Perdagangan Kota Mataram, dinas memperketat pengawasan terhadap pegawai yang turun ke pasar tradisional. Tak ingin kasus tersebut terulang kembali, pegawai yang turun wajib menunjukkan nota dinas.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto menegaskan, pihaknya langsung melakukan pembenahan pasca OTT Kepala Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) pasar Wilayah Cakranegara-Sandubaya, AH oleh Satreskrim Polresta Mataram beberapa pekan lalu.

Salah satu pembenahannya adalah, pegawai yang turun ke pasar untuk menarik retribusi sewa toko harus menunjukkan nota dinas.  “Kalau tidak ada nota dinas, saya perintahkan  kepala pasar tidak melayani,” kata Uun dikonfirmasi pekan kemarin.

OTT di pasar tradisional bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu sebelumnya, petugas Pasar ACC, Pasar Sayang-sayang, dan petugas keamanan Pasar Kebon Roek juga diamankan aparat penegak hukum dengan kasus sama, yakni pungutan liar.

Uun menegaskan, pihaknya tetap mengingatkan seluruh kepala pasar dan jajarannya, agar tidak melakukan tindakan dikeluarkan ketentuan. “Sudah sering kita peringati,” sebutnya. Dia berjanji, segera melakukan perombakan sumber daya manusia di pasar maupun di dinas yang mengurusi pasar.

Pihaknya telah merampungkan kajian dan tinggal menunggu keputusan kepala daerah. “Kita akan rombak semuanya,” tegasnya.

Seperti diketahui, AH Kepala UPTD Pasar Wilayah Cakranegara-Sandubaya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Mataram atas dugaan pungutan liar pembayaran sewa toko di Pasar ACC. Barang bukti yang diamankan penyidik berupa uang tunai Rp45 juta. Uang ini bersumber dari dua orang pedagang yang diterima di waktu yang berbeda. (cem)