Marak, TPS Liar di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Tempat pembuangan sampah (TPS) liar masih marak di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). TPS liar ini pun mengotori pemandangan, karena berada di pinggir jalan utama. Baik di wilayah kota hingga perkampungan. Seperti pantauan Suara NTB di wilayah kota Gerung misalnya, beberapa titik ditemukan TPS liar.

Seperti di wilayah Gerung Selatan. Tak jauh dari jalan simpang lima patung koperasi di jantung ibukota itu, sampah berserakan di pinggir jalan utama. Meski sudah dipasang spanduk larangan oleh pihak kelurahan setempat, namun tetap saja warga buang sampah di lokasi itu. Begitu pula,  di jalur Babussalam menuju Kuripan. Meskidekat dengan pusat pemerintahan Lobar, terdapat beberapa TPS liar dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.

Tidak saja di wilayah perkotaan, di perkampungan juga tumpukan sampah menjadi problem yang memicu bencana banjir, penyakit dan lainnya.

Kondisi ini mendapatkan sorotan dari kalangan Komisi IIII DPRD Lobar Zulfahmi. AnggotaKomisi III menegaskan seharusnya ada penanganan serius dari OPD di Lobar dalam penanganan sampah ini. “Ini persoalan klasik yang belum bisa ditangani OPD,”tegas dia.

Menurut dia, butuh terobosan dalam penanganan sampah ini. Seperti yang direncanakan bupati, di masing-masing zona disiapkan penanganan sampah baik  wilayah utara, tengah dan selatan.

Yang paling penting bagaimana pengelolaan sampah dari kalangan bawah hingga atas. Artinya mulai dari pemilahan sampai pengolahan dan pembuangan ke TPA. Penanganannya harus terintegrasi dari OPD terkait. Selain itu, perlu ada sosiaisasi masif terkait pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

 Sementara itu, banyaknya TPS ilegal alias liar di wilayah Lobar yang dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat. Bahkan, TPS liar itu berada di kawasan Gerung, ibukota Kabupaten Lobar menjadi atensi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar. TPS-TPS liar inipun akan ditutup oleh DLH.

Kepala DLH Lobar, Hermansyah menegaskan, pihaknya sebenarnya sudah memasangkan plang pengumuman larangan membuang sampah.  Diakui, pengawasan belum maksimal menyebabkan TPS liar ini tetap saja dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh wargaPadahal diketahui TPS-TPS liar itu, warga luar wilayah itu yang membuang sampah di sana. Sehingga pihaknya belum bisa menuntaskan penanganan TPS liar. “Tapi kami punya target, menutup semua TPS liar ini, berkoordinasi dengan desa,” tegas dia.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan desa untuk menutup TPS liar, di mana sampah-sampahnya akan diangkut secara tuntas. Selanjutnya, lokasi TPS ini diserahkan ke desa untuk dikelola. Apakah akan dijadikan taman atau ditata agar tidak lagi dijadikan TPS liar. Karena di beberapa daerah, lokasi TPS liar yang ditutup dijadikan taman dan ditata oleh desa maupun kelurahan. (her)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...