Jadwal Kejurnas Motocross Belum Jelas, Nasib Sirkuit Lantan Tak Menentu

Praya  (Suara NTB) – Kelanjutan nasib sirkuit motocross 459 Lantan, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) hingga kini belum menentu. Pemkab Loteng sendiri sampai saat ini belum juga memutuskan kapan perbaikan sirkuit motocross tersebut bakal dilakukan. Pasalnya, jadwal gelaran kejuaraan nasional (kejurnas) motocross sendiri belum diterima Pemkab Loteng dari panitia penyelenggara.

“Untuk kejurnas motocross akan digelar pada bulan November mendatang. Tapi (tanggal pastinya) kita masih menunggu rekomendasi dari PB IMI,” ungkap Sekda Loteng, L. Firman Wijaya, S.T.M.T., saat ditemui di Pendopo Wabup Loteng, Selasa, 27 September 2022.

Ia menegaskan, kepastian jadwal gelaran kejurnas motocross tersebut jadi dasar bagi Pemkab Loteng untuk memulai rencana perbaikan sirkuit motocross Desa Lantan yang kondisinya saat ini mulai rusak. Harapannya, proses perbaikan sirkuit bisa sejalan dengan rencana gelaran event kejurnas itu sendiri. Jangan sampai jadwal belum ada, namun perbaikan sudah keburu lebih dulu dilakukan.

“Jadi begitu jadwal gelaran kejurnas motocross keluar, perbaikan sirkuit motocross Desa Lantan langsung kita mulai,” ujarnya. Proses perbaikan sirkuit sendiri diyakini tidak akan butuh waktu lama. Karena hanya butuh beberapa perbaikan di sejumlah bagian sirkuit yang rusak saja. Terutama untuk jalur lintasan balapannya saja.

Sehingga proses perbaikan sirkuit diprediksikan tidak akan lama. Apalagi ini bentuk sirkuitnya sudah ada. Tinggal dirapikan saja. ‘’Kemarin saja saat bangun dari awal hanya butuh waktu kurang dari satu bulan atau sekitar tiga minggu. Apalagi kalau perbaikan, kita yakini bisa lebih cepat. Cukup mengerahkan alat berat saja,” tegas Firman.

Sementara itu, pantauan Suara NTB di lokasi sirkuit menunjukkan, kondisi sirkuit yang baru diresmikan pada awal bulan April lalu cukup memprihatinkan. Terlihat banyak kerusakan di sejumlah bagian sirkuit. Termasuk di area jalur lintasan balap. Dimana banyak tanahnya yang sudah tergerus akibat air hujan.

Kondisi di sekitar sirkuit juga sudah mulai ditumbuhi pohon perdu dan rumput liar. Sehingga terlihat kondisi sirkuit seperti tidak terurus. Sejumlah warga mengaku beberapa kali sirkuit tersebut digunakan sebagai tempat latihan oleh beberapa komunikas motocross. Tapi tidak intens setiap hari. Di sekitar sirkuit tampak aktifitas tambang batu apung oleh warga setempat.

Sirkuit Diperluas

Disinggung soal kabar sirkuit motocross Desa Lantan bakal menjadi lokasi gelaran MXGP tahun 2023, Firman menegaskan, pada prinsipnya pihaknya sangat siap. Bahkan, rencananya untuk memenuhi standar lokasi gelaran MXGP, area sirkuit motocross Desa Lantan ke depan akan diperluas ke sebelah utara. Dengan tambahan area sekitar lima hektar lagi.

Dengan begitu, panjang lintasan balap bisa ditambah untuk memenuhi standar yang ditentukan oleh penyelenggara MXGP. “Intinya, kita siap memenuhi standar yang diminta untuk gelaran kejurnas motocross maupun MXGP,” ujarnya seraya menambahkan, fasilitas penunjang sirkuit bertahap akan disiapkan. (kir)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...