SMPN 7 Mataram Terapkan Kurikulum Merdeka

Mataram (Suara NTB) – SMPN 7 Mataram menerapkan kurikulum merdeka mulai tahun ajaran 2022/2023 khusus bagi siswa kelas VII. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah agar implementasi kurikulum merdeka secara mandiri berjalan dengan baik.

Kepala SMPN 7 Mataram, Imam Purwanto mengatakan, sebelum memasuki tahun ajaran baru, pihaknya sudah melakukan melakukan studi banding dengan salah satu sekolah penggerak yang menerapkan kurukilum merdeka dengan dukungan dari pemerintah yaitu SMPN 1 Sukamulia. SMPN 7 Mataram memilih menerapkan implementasi kurikulum merdeka mandiri berubah.

“Kami sudah bersinergi kurikulum di sekolah, kami ada dua kurikulum yang kami laksanakan, kurikulum merdeka, kami memilih mandiri berubah, serta kurikulum 2013. Harus berani berubah dengan membeli buku sumber, adanya perubahan pembelajaran di kelas. Artinya ini betul-betul luar biasa, karena sisi pembiayaan kami juga untuk membeli buku diktat. Dana BOS terserap untuk pengembangan kurikulum merdeka,” ujar Imam.

Pihaknya menimba ilmu, mengadopsi yang sudah dilakukan oleh sekolah lain. Kurikulum merdeka di SMPN 7 Mataram diberlakukan di kelas VII. Imam yang juga mantan Kepala SMPN 9 Mataram ini mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan kurikulum merdeka dengan meminta guru mengikuti berbagai webinar dan menghadirkan narasumber.

“Guru kami juga sebagai pendamping guru penggerak, kami meskipun lambat akan menuju ke sana (menerapkan kurikulum merdeka), samihl belajar kami mengimplementasikan kurikulum ini,” ujar Imam.

Pihaknya juga mengajarkan kedisiplinan kepada siswa dan guru. Ia bersama guru lainnya menyambut siswa di gerbang sekolah ketika pagi hari.

“Kami mulai inisiasi menyambut siswa di depan sekolah, supaya kami bisa menyaring siswa ketika ke sekolah, melihat kedisiplinan dan kerapihan mereka. Ternyata banyak tantangan, di situlah kita menjaring anak-anak kita, ternyata pelan-pelan mulai berkurang siswa yang tidak disiplin dan rapi,” ujar Imam.

Seperti diketahui, Satuan Pendidikan dapat menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Tahun Ajaran 2022/2023 sebagai (1) Mandiri Belajar, yaitu menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan. (2) Mandiri Berubah, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Dan, (3) Mandiri Berbagi, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima Belas: Kurikulum Merdeka. Sekolah di daerah yang bukan sekolah penggerak dapat memilih menggunakan tiga opsi kurikulum, yaitu kurikulum merdeka, kurikulum 2013, dan kurikulum darurat. Kebijakan ini berlaku sampai tahun 2024 nanti.

Sementara bagi sekolah penggerak wajib melaksanakan kurikulum merdeka. Sekolah-sekolah penggerak tersebut, di samping mendapatkan dana stimulan, juga mendapatkan pendampingan khusus dari Kemendikbudristek. (ron)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...