Polisi Bekuk Terduga Pengedar Narkoba

Selong (Suara NTB) – Polisi membekuk warga Masbagik Kabupaten Lombok Timur yang diduga pengedar narkoba. Pelaku berinisial R alias P ini diciduk di rumah seorang warga berinisial S, Dusun Kampung Saruk Desa Masbagik Utara Kabupaten Lotim pada Jumat (23/9) lalu sekitar pukul 20.00 Wita.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lotim, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra kepada media, Selasa (27/9) menjelaskan, kronologis penangkapan kedua terduga berdasarkan informasi dari masyarakat yang menduga sebuah lokasi di Desa Masbagik Utara itu kerap dijadikan tempat transaksi jual beli narkoba.

Infomasi itu langsung ditindaklanjuti tim Polres Lotim dan berhasil menemukan dua terduga pelaku. Tim menemukan barang buktinya berupa 1 (satu) dompet kecil warna merah yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) bungkus plastikklip berisi kristal bening yang diduga narkotika Golongan I Jenis Shabu pada pakaian R (39).

Lainnya barang bukti diamankan berupa 1 korek api gas,1 timbangan digital warna hitam,1 scop plastik,1 pipet plastik,1 bungkus klip kosong ditemukan di saku celana depan sebelah kiri serta tim juga menemukan sejumlah uang Rp2 juta di dalam saku celana depan sebelah kanan. Sementara pada diri S tidak ditemukan adanya barang bukti.

Pada saat ditanya petugas terkait kepemilikan semua barang bukti tersebut R alias P mengakui bahwa semua barang bukti tersebut adalah miliknya sendiri. Selanjutnya tim membawa R als P beserta barang bukti ke kantor Polres Lotim guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan S hanya dimintai keterangan.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) atau  Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman Hukuman Pasal 114 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sedangkan Pasal 112 ayat (1), pelaku diancam pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (rus)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...