Peredaran Upal di Kota Mataram Terungkap

Mataram (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrosta Mataram, mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) yang berasal dari Jember, Jawa Timur. Polisi berhasil menyita 23 lembaran upal dengan pecahan Rp50 ribu dan 11 lembaran sudah dibelanjakan oleh tersangka MSS (25).

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan kasusnya masih terus kita kembangkan dengan berkoordinasi dengan Polres Jember, Jawa Timur (asal Upal),” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S.IK, Selasa, 27 September 2022. Kasus peredaran upal ini terungkap dari adanya laporan korban di wilayah Rembiga terkait adanya keragu-raguan dalam transaksi jual beli velg mobil.

Dalam laporan, jelas dia, korban ketika itu curiga dengan beberapa lembar uang kertas Rp50 ribu yang digunakan pelaku asal Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, untuk membayar velg mobil. Karena curiga dengan uang yang diterima dari pelaku, korban langsung melapor ke polisi. Dari laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan uang kertas dari pelaku ke pihak Bank Indonesia (BI). “Pihak BI menyimpulkan uang lembaran itu palsu,” sebutnya.

Dari pemeriksaan terungkap bahwa pelaku MSS sudah menggunakan sejumlah upal dalam transaksi jual beli di Kota Mataram. MSS mengaku dirinya mendapat upal tersebut dari seseorang ketika berkunjung ke wilayah Jember, Jawa Timur. Pelaku ketemu secara tidak sengaja dengan pemberi upal yang juga menawarkan dia (pelaku) bekerja di Surabaya.

Pelaku pulang ke Mataram dan mulai menggunakan upal tersebut dalam transaksi jual beli. “Jadi, yang bersangkutan ini dengan sadarnya menggunakan upal ini untuk transaksi jual beli. Jadi, ‘mensrea’ sudah ada,” jelasnya. MSS diduga melanggar Pasal 36 ayat 2 dan atau ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 17/2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp50 miliar.

Terkait dengan pemberi upal di Jember pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi setempat. “Setelah penetapan MSS ini sebagai tersangka, identitas pemberi upal berinisial Y dan S kami teruskan ke polisi di Jember untuk menelusuri peran mereka di sana,” tandasnya. (ils)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...