Lagi, 150 Ribu Dosis Vaksin PMK Disebar

Mataram (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan) Provinsi NTB kembali mendistribusikan sebanyak 150 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke kabupaten/kota yang membutuhkan. Proses distribusi vaksin saat ini sedang berlangsung sambil dilakukan pemantauan di lapangan.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Provinsi NTB, drh. Muslih mengatakan pasokan vaksin PMK dari pemerintah pusat tiba di Kabtor Disnakeswan NTB pekan kemarin dan langsung dilakukan pendistribusian secara bertahap.

‘’Sudah kita distribusikan sebagian. Kita kirim berdasarkan permintaan. Kita bagi habis dia. Nanti kalau habis, kita minta lagi ke pusat. 18 ribu ke Lombok Tengah. Kota Bima 9 ribu, Kabupaten Bima 9 ribu sama Dompu 9 ribu. Lombok Barat ada 6 ribu, Lombok Utara 12 ribu. Masih ada sisa puluhan ribu dosis di kantor,’’ kata drh. Muslih kepada Suara NTB, Selasa, 27 September 2022.

Ia mengatakan, pihaknya baru saja selesai melakukan Roadshow ke kabupaten/kota di Pulau Sumbawa guna melihat penanganan kasus PMK di lapangan. Disnakeswan ingin memastikan bahwa PMK tak lagi menyebar ke wilayah-wilayah lainnya di Pulau Sumbawa. Pasalnya sejauh ini Kota Bima dan Kabupate Sumbawa Barat masih terbebas dari kasus PMK.

‘’Kota Bima sudah ada gejala PMK, sudah dikirim sampelnya namun hasilnya belum keluar. Karena di Kota Bima sudah ada gejala maka kemarin kita sudah kirim obat. Kalau KSB belum ada laporan,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan tetap mempercepat upaya vaksinasi ternak di NTB untuk membuat seluruh ternak kebal terhadap PMK.

Berdasarkan data hingga tanggal 25 September 2022, jumlah ternak yang masih sakit akibat PMK sebanyak 4.093 ekor. Ternak yang terpapar itu tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB, kecuali KSB dan Kota Bima yang masih belum ada cacatan kasus serta Lombok Barat yang sudah tidak lagi ditemukan kasus baru sejak lebih dari satu bulan terakhir.

Sebelum datang 150 ribu dosis vaksin PMK pekan kemarin, sebanyak 390 ribu dosis vaksin yang sudah diterima NTB sebelumnya sudah habis dipakai oleh kabupaten/kota. Vaksin yang sudah terpakai dilaporkan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). Vaksin yang masih dipakai di NTB adalah vaksin impor, sebab vaksin buatan dalam negeri masih dalam proses produksi.(ris)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...