Kakek 72 Tahun di Batulayar Diduga Pukul Kepala Rekannya dengan Sekop

Giri Menang (Suara NTB) – Seorang kakek inisial S berusia 72 tahun sementara waktu dititipkan oleh keluarga di Mapolsek Batulayar Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. S dititipkan oleh  keluarga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan keluarga, lantaran beberapa waktu lalu S dan rekan kerjanya LS (40) terlibat perselisihan yang mengakibatkan LS mengalami  luka robek di bagian kepala hingga menderita 9 jahitan karena dipukul pakai sekop oleh S.

Korban LS kemudian melaporkan S Polsek Batulayar, dan pelaku diamankan oleh Polsek Batulayar. Kapolsek Batulayar Kompol Priyo Suhartono menjelaskan  korban dan pelaku merupakan rekan kerja. Mereka bekerja sebagai kuli bangunan di salah satu perumahan di wilayah Kecamatan Batulayar.

Saat sedang bekerja  mereka adu mulut terkait lokasi tempat pembuangan material  bangunan,seperti semen bata dan lainnya .”Cuma dari korban mungkin ada kesalahan membuang kemudian ditegur sama pelaku, pelaku tersinggung kemudian memukul kepala korban menggunakan sekop,” ungkap Kapolsek saat memberikan keterangan resmi di Mapolsek Batulayar, Selasa, 26 September 2022.

Akibat pukulan yang menggunakan sekop, korban mengalami luka robek di kepala, panjang robekan sekitar 6 CM. Kejadian ini terjadi pada, 25 September 2022, korban melaporkan kejadian yang dialami. Atas laporan itu, pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku di Mapolsek untuk menghindari balas dendam dari keluarga korban. Setelah diamankan, keluarga pelaku dan korban diminta untuk musyawarah, dan akhirnya ada titik temu.

Sehingga antara korban dan pelaku sudah melakukan perdamaian.Namun korban meminta agar dibiayai untuk pengobatan.  ‘’Sebenarnya korban sudah tidak mau memperpanjang dan sudah ada perdamaian, namun ia menuntut agar dibiayai untuk pengobatan, ” jelasnya.

Saat ini korban sedang dalam masa perawatan, dan pelaku juga sudah bersedia untuk menanggung semua biaya pengobatan korban. Karena mereka sudah berdamai, pihak kepolisian berusaha untuk  menyelesaikan kasus ini dengan jalan restorasi justice. ” Insha Allah mungkin kami akan arahkan restorasi justice, ” ujarnya.  Apalagi kedua orang ini, baik pelaku dan korban berasal dari satu kampung, di Desa Kekeri Kecamatan Gunung Sari.

Lantas kapan pelaku akan dipulangkan? Priyo menjawab kalau keluarga pelaku memang yang meminta untuk sementara agar pelaku dititipkan di Mapolsek Batulayar, tujuannya untuk menghindari hal negatif yang tidak diinginkan, sehingga keluarga pelaku meminta agar dititipkan sampai suasana dan kondisi di kampung mereka aman.” Permintaan dari keluarga pelaku untuk kita amankan dulu di Mapolsek, untuk keamanan, karena mungkin ada  biaya perawatan yang belum diselesaikan,” tegasnya. (her)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...