Investasi Perlu Perhatikan Tata Ruang

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengapresiasi tingginya investasi pasca pandemi Covid-19. Stimulasi di seluruh sektor dicoba untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kota Mataram. Kendati demikian, investasi juga perlu memperhatikan tata ruang wilayah.

“Sebenarnya, kalau dibilang tidak terganggu pandemi ini juga memberikan dampak,” kata Mohan, Selasa, 27 September 2022. Secara keseluruhan target investasi dari pemerintah provinsi mencapai Rp 1,07 triliun di tahun 2022. Sampai triwulan kedua capaian investasi 91,92 persen atau jika dinominalkan mencapai Rp 985,6 miliar.

Empat sektor penyumbang tingginya nilai investasi yakni sektor perumahan, kawasan industri,dan perkantoran mencapai 47,26 persen atau mencapai Rp 506,7 miliar. Transportasi, gudang,dan komunikasi mencapai 22 persen atau Rp 245,6 miliar lebih. Kemudian, disusul pedagangan dan reparasi mencapai 16,10 persen atau Rp 172,6 miliar lebih. Sementara, sektor pariwisata yakni hotel dan restaurant justru nilai investasinya sangat rendah yakni 0,81 persen atau sekitar Rp 8,7 miliar.

Walikota menilai, tingginya investasi di Mataram tidak terlepas dari kondusivitas dan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, sehingga masyarakat segera bangkit dan ekonomi bangun kembali. Sektor paling memberikan kontribusi adalah sektor hiburan dan perumahan, sehingga pada saatnya nanti tingginya investasi bisa menjaga dan mengendalikan inflasi di daerah. “Ini juga jadi satu kesatuan tidak terlepas dari tanggungjawba sebagai kepala daerah,” ucapnya.

Meskipun terjadi peningkatan terhadap investasi, tetapi tidak boleh melanggar tata ruang wilayah. Ia memahami tata ruang menjadi serba dilematis. Di satu sisi, luas lahan sangat sempit atau 60,3 kilometer persegi. Sementara, banyak sektor jasa dan perumahan yang ingin berinvestasi.

Disamping itu, lahan kosong ini bukan milik warga, melainkan dikuasai oleh pihak swasta. Petani di Mataram hanya sebagai petani penggarap, bukan petani pemilik. “Namanya di kota ekspektasi swasta memanfaatkan lahan mereka untuk sektor jasa sangat tinggi. Di sini kadang letak dilematisnya,” demikian kata dia. (cem)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...