Cegah Kebakaran Karena Korsleting Listrik Disdag NTB Lakukan Pengawasan Produk SNI pada Sarana Penjualan di Mataram

0

Mataram (Suara NTB)-Maraknya kebakaran di pemukiman warga dan perkantoran yang sering terjadi mayoritas disebabkan karena adanya korsleting/arus pendek listrik. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah peralatan listrik yang digunakan tidak memenuhi standar.

Padahal, standarisasi diperlukan untuk melindungi masyarakat dengan jaminan kualitas dan keamanan serta untuk melindungi produk domestik dari ancaman produk luar yang tidak berstandar.

Kegiatan pengawasan barang-barang SNI

Untuk menjamin keselamatan masyarakat atau perlindungan konsumen yang terkait dengan pemanfaatan perlengkapan listrik, pemerintah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib kepada produsen dan importir untuk produk kelistrikan termasuk perlengkapan listrik.
Standar akan berperan dalam perlindungan konsumen apabila pengawasan dilakukan dengan benar . Pemerintah melakukan pengawasan baik sebelum produk dipasarkan, maupun setelah produk beredar di pasar, termasuk untuk produk-produk impor.

Dalam rangka melakukan pengawasan berkala atas barang beredar dan jasa, maka pada Senin 26 September 2022, Tim Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang dipimpin oleh Muna’im, SE.,M.Si yang didampingi oleh Julastri Rondonuwu, SKM., MPH, Ratnaningsih, SE selaku fungsionalis Analis Perdagangan dan , Ridwan, SP selaku Pengawas Perdagangan serta beberapa staf pelaksana melakukan pengawasan lapangan ke beberapa toko/ retail di seputaran kawasan perdagangan Cakranegara Kota Mataram yang menjual peralatan listrik.

Pengawasan kali ini difokuskan pada produk kotak kontak dengan nomor SNI IEC 60884-1:2014. Pengecekan produk dibarengi juga dengan edukasi ke para pelaku usaha tentang pentingnya menjual produk yang berSNI dan tanggung jawab pelaku usaha untuk menjamin produk yang dijual adalah produk yang aman bagi konsumen.

Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan dengan mengacu pada PP 29 Tahun 2021, Permendag 36 Tahun 2018 serta Permendag 69 Tahun 2018. Sementara pemberlakuan SNI untuk produk-produk ketenagalistrikan diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2018.
Diharapkan bagi konsumen sendiri, penandaan SNI pada suatu produk dapat dijadikan dasar memilih produk. Penandaan ini merupakan jaminan dan kepastian bahwa produk tersebut telah memenuhi syarat yang ditetapkan serta aman dan layak dikonsumsi.(Julastri Rondonuwu/bul)