Bulog Segera Operasikan Pabrik Beras Termodern dan Terbesar di Indonesia Timur

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog akan mengoperasikan mesin penggiling dan pengolahan beras termodern, dan terbesar di Indonesia Timur yang saat ini pembangunannya di Kabupaten Sumbawa dan dalam tahap penyelesaikan fisik.

Ditargetkan, Modern Rice Milling Plant (MRMP) yang nilai investasinya diatas Rp100 miliar ini akan mulai di uji coba pada November 2022 ini. Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis S Ali mengatakan, Bulog memilih pembangunan MRMP di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat karena melihat daerah ini sebagai produsen padi berkualitas terbaik dan menjadi penyangga pangan nasional.

Menurutnya, di Indonesia ada tiga MRMP yang dibangun Bulog. Tersebar di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB. “Nusa Tenggara Barat patut berbangga, Bulog berinvestasi di sini lebih dari Rp100 miliar untuk membangun MRMP,” ujarnya.

MRMP ini dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar di Kabupaten Sumbawa. Program pembangunan fisiknya sudah mencapai 98 persen. Begitu juga dengan dengan progres mesin dan seluruh infrastruktur sudah diatas 90 persen. Dalam satu kawasan terdiri diri empat mesin drayer (pengering). Yang kapasitas pengeringannya sebanyak 30 ton Gabah Kering Panen (GKP) perhari atau 120 ton perhari GKP.

Sementara untuk mesin Rice Milling Unit (RMU/penggilingan) memiliki kapasitas penggilingan sampai 60 ton perjam. Sementara 3 silonya, bisa menampung sebanyak 2.000 ton masing-masing silo, atau total 6.000 ton seluruhnya. Muis menambahkan, MRMP ini bisa mengolah padi yang baru dipanen, untuk dikeringkan, dalam dalam waktu sehari dapat digiling langsung menjadi beras. Lalu beras hasil penggilingannya juga bisa disortir kualitasnya sesuai yang diinginkan.

“Dengan mesin-mesin berteknologi tinggi ini, bisa dihasilkan beras utuh bulir, beras campur, bahkan bulir beras-beras yang kuning, merah, dan putih akan dipisah secara otomatis oleh mesinnya. Demikian juga kalau ada batu batu kecil yang ikut, atau kotoran dalam gabah, akan terpisah sendiri,” jelasnya.

MRMP ini dapat menghasilkan beras dengan kualitas medium dan premium. Yang standarnya internasional. sehingga beras petani di NTB bisa diekspor langsung. Sepanjang ada pesanan dari luar negeri. Untuk produk kemasan beras premium di pabrik MRMP, juga tersedia untuk berbagai kemasan. Mulai dari 2 kilogram, 5 kilogram, 10 kilogram, 25 kilogram dan 50 kilogram.

“Dengan MRMP yang ada di NTB ini, selain mengolah beras berkualitas, dedak hasil penggilingannyapun bisa jadi bahan baku makanan. Tidak ada yang terbuang, kecuali sekamnya. Itupun masih bisa dijadikan sebagai bahan bakar pembakaran,” jelas Muis.

Infrastruktur pendukung dalam operasional pabrik MRMP Sumbawa sudah disiapkan sedemikan rupa dalam mendukung program swasembada beras di NTB mensuplai kebutuhan nasional. (bul)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...