Puskesmas Batujangkih Dapat Penanganan Khusus

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan akan melanjutkan pembangunan Puskesmas Batujangkih dan Batunyala pada tahun 2023 mendatang. Untuk Puskesmas Batujangkih, mengingat kondisinya sudah mulai rusak nantinya akan mendapat treatment (penanganan) khusus. Hal ini untuk memastikan kondisi bangunan benar-benar prima dan bisa digunakan sebagaimana yang diharapkan.

“Jadi akan ada treatment-treatment khusus terhadap pekerjaan struktural yang butuh treatment. Baik itu Puskesmas Batunyala, lebih-lebih Puskesmas Batujangkih,” sebut Sekda Loteng, L. Firman Wijaya, S.T.M.T., kepada wartawan, saat dikonfirmasi kelanjutan pembangunan Puskesmas Batujangkih dan Batunyale yang mangkrak, di kantor Bupati Loteng, Senin, 26 September 2022.

Ia menjelaskan, sebelumnya Dinas Kesehatan (Dikes) bersama BPKAD Loteng, Dinas PUPR serta Bappeda, sudah bertemu membahas rencana kelanjutan pembangunan dua puskesmas tersebut. Dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis yang dilakukan oleh pihak Universitas Mataram (Unram). Keputusan akhir menyepakati kalau pembangunan kedua puskesmas tersebut akan dilanjutkan tahun depan.

Pertimbangan utamanya terkait waktu pengerjaan yang mepet. Pasalnya, kalau dipaksakan dikerjakan tahun ini, proyek tidak akan selesai. Lantaran tidak tersedia cukup waktu. Sementara untuk memulai melanjutkan pekerjaan kedua puskesmas tersebut, butuh proses. Karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Terkait kondisi bangunan yang sudah rusak, di sanalah akan dilakukan treatment khusus. Dan, itu nantinya akan menjadi bagian pekerjaan yang akan dilakukan di awal pengerjaan proyek. Guna mengembalikan kondisi bangunan ke kondisi awal, sehingga pekerjaan lanjutan proyek bisa berjalan lancar.

Disinggug terkait temuan dalam pengerjaan kedua puskesmas tersebut, Firman belum bersedia merincikan secara jelas hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Ia menegaskan, yang jelas sudah ada audit oleh BPK terkait kedua proyek tersebut. Dan, apapun hasil audit harus dijalankan oleh pihak kontraktor.

“Sudah ada hasil auditnya dari BPK. Hasilnya, mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pihak kontraktor,” ujarnya.

Proyek pembangunan Puskesmas Batujangkih dan Batunyala sendiri mulai dikerjakan pertengahan tahun 2021 lalu. Namun hingga menjelang akhir tahun anggaran proyeknya tidak kunjung tuntas. Di mana sesuai hasil perhitungan terakhir, capaian kedua proyek tersebut baru diatas 60 persen. Sehingga pemerintah daerah memutuskan untuk melakukan pemutusan kontrak terhadap pihak rekanan yang mengerjakan proyek dengan nilai masing-masing di atas Rp 6,5 miliar tersebut. (kir)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...