Kecewa pada Pemkab, Warga Duman Blokade Jalan

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan warga Dusun Duman Dasan, Desa Duman Kecamatan Lingsar Lombok Barat (Lobar) melakukan aksi blokade jalan dengan kayu dan pepaya, pada Minggu, 25 September 2022. Aksi itu dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tak kunjung membangun akses jalan itu. Warga menagih janji pemerintah  membangun jalan penghubung antar desa tersebut.

Kepala Desa (Kades) Duman Suhardi, menuturkan aksi warga ini tak lain karena ingin dibangunkan jalan sepanjang 2,5 kilometer yang kondisinya rusak. Jalan itu menghubungkan desa setempat dengan Giri Madya. “Tak lain (aksi warga) ingin agar dibangunkan jalan,”tegas dia, Senin, 26 September 2022.

Bukan tanpa alasan warganya menuntut perbaikan jalan itu. Karena beberapa tahun lalu, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan rombongan OPD datang ke desa setempat untuk silaturahmi, SalatJumat berjamaah dan menjadi khatib. “Saat itu beliau bersama rombongan OPD datang ke sini, Jumatan dan menjadi khatib. Waktu itu karena banyak jajaran OPD, sekitar Rp5 juta habis saya pakai meriap (memasak). Bayangkan, SKPD itu parkir kendaraannya mulai depan SD sampai lewat masjid,”kata dia.

Ketika itu, beberapa kepala OPD ikut turun.  Bupati bersama jajaran OPD turun sekaligus melihat kondisi jalan di desa itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Made Arthadana yang turut mendampingi Bupati saat itu menyampaikan jalan itu segera ditangani. “Tapi sampai sekarang belum,”ujarnya.

Pihaknya memahami kondisi pandemi, pada akhir 2019. Ia juga masih maklum hingga tahun 2021 masih alasannya pandemi. Namun melihat desa-desa yang lain, kenapa di desa lain, seperti Sesaot bisa dihotmik. Hal itu membuat pihaknya meradang. “Sementara jalan kita tidak diperbaiki, itu juga membuat kami semakin meradang,”tegas dia. .

Pihak desa sudah melakukan berbagai upaya-upaya pendekatan, baik ke bupati, wabup maupun DPRD dan KepalaDinasPUPR. Tetapi jawaban Pemda selalu terkendala anggaran. “Kami sudah bersurat, bahkan habis anggaran untuk buat proposal, itu aja yang diurus,”selorohnya.

Sebagai sesama pemerintah, ia memaklumi kondisi keuangan daerah, tetapi masyarakat tidak mau tahu. Sehingga ia meminta dari Pemda perlu duduk bersama dengan desa dan warga ingin menjelaskan soal itu.”Ini jangan menghilang,”imbuhnya.

Sementara itu, menjawab keluhan warga ini, Pemkab Lobar melalui Camat Lingsar Marzuki membenarkan aksi warga tersebut. Pihaknya sudah  berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR. “Insya Allah akan dikerjakan, sebenarnya sudah mau diberikan sejak dua tahun yang lalu, namun pak kades maunya hotmik saja sementara status jalan masih dalam proses (usulan),”kata Marzuki, Senin (26/9). Saat ini, jalan itu memakai rabat atau aspal.

Untuk dibangun hotmik, masih menunggu status jalan itu. Karena jalan itu masih berstatus jalan desa. Dan pengalihan status dari jalan desa ke poros kabupaten sudah diusulkan ke provinsi. “Mudahan segera keluar (perubahan status) menjadi Jalan poros kabupaten,”kata dia. (her)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...