Batas Waktu Tinggal Beberapa Hari, Rendah, Progres Input Berkas Non ASN ke Aplikasi BKN

Giri Menang (Suara NTB) – Batas waktu penyelesaian verifikasi dan validasi (verivali) serta input data non ASN ke aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhir September (bulan ini). Namun progres input berkas non ASN di Lombok Barat (Lobar) masih rendah. Baru mencapai 35 persen, dari total hampir 6.000 orang tenaga non ASN. Sisanya kebanyakan di OPD-OPD di besar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) melalui Kabid Pengadaan Mutasi Data Informasi Lalu Muhammad Fauzi mengatakan, progres input data non ASN sejauh ini baru mencapai 35 persen. “Dari 6.000 data dan berkas tenaga non ASN yang masuk ke kami sudah diinput mencapai 35 persen.  Yang masih banyak belum pada OPD-OPD besar seperti Dikbud dan Dikes,” ungkapnya akhir pekan kemarin.

Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), ada 3.000 tenaga non ASN, hampir setengah dari jumlah tenaga non ASN yang ada di Lobar.

Pihaknya sudah melakukan upaya-upaya percepatan. Supaya verivali dan input data ini tuntas sesuai jadwal tanggal 31 September sebagai batas akhir dari proses tahapan ini. Pihaknya pun optimis bisa mencapai target itu. Pihaknya terus menggenjot verivali dan input data di Dikbud serta Dikes, sehingga kalau OPD-OPD ini bisa rampung, maka progresnya akan lebih signifikan, hingga 80-90 persen.

Kendala dihadapi dalam Input berkas ini, banyak data dari tenaga non ASN yang salah, karena menggunakan sistem aplikasi, mana kalau ada yang satu atau dua saja salah datanya, maka semua berkas non ASN yang diinput ini tertolak oleh aplikasi. Namun, kata dia, untuk mempercepat proses pengunggahan, maka pihaknya mengeluarkan data yang salah dan memasukkan data-data yang tidak salah ke dalam aplikasi. Sedangkan data salah itu diperbaiki sesuai dengan catatan yang diberikan BKN pada aplikasi.

Diakuinya, banyak data yang salah sehingga harus diperbaiki segera. Rata-rata kesalahan data itu, akibat salah ketik, tak sesuai nomenklatur tempat bertugas, dan NIK belum online. Sehingga pihaknya pun meminta dikoordinasikan dengan Dukcapil. Karena sudah terkoneksi dengan OPD terkait. “Banyak yang salah data non ASN ini,” ujarnya. (her)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...