Tersangka Korupsi Bansos Kebakaran Terancam Penjara hingga 20 Tahun

Bima (Suara NTB) – Satu orang tersangka kasus korupsi bantuan sosial (bansos) kebakaran di Kabupaten Bima, Sirajudin yang merupakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima ditahan selama 20 hari di rumah tahanan (rutan) Polres Bima.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima melalui Kasi Intel Andi Sudirman SH, mengatakan tersangka Sirajudin akan ditahan selama 20 hari kedepan atau terhitung sejak 21 September hingga 10 Oktober 2022 mendatang.

“Tersangka sudah dititip di Rutan Polres Bima Kabupaten selama 20 hari kedepan,” katanya, Kamis , 22 September 2022.

Ia mengatakan pihaknya menahan Sirajudin setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 8 jam terkait kasus dugaan pemotongan bansos kebakaran di wilayah Kabupaten Bima tahun 2020. “Ditahan setelah bersangkutan menjalani pemeriksaan di Kejari kemarin,” katanya.

Ia mengaku pasal yang disangkakan terhadap Sirajudin yakni, pasal 11 atau 12 e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) nomor 20 tahun 2001, terkait dengan dugaan pemotongan dana pada penerima bansos kebakaran yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Jika merujuk pasal itu ancamannya pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sementara terkait kerugian negara, Sudirman menegaskan, pasal yang dikenakan terhadap tersangka Sirajudin tidak melihat jumlah kerugian. Namun melihat dugaan praktek pemotongan. “Pemotongan yang dilakukan adalah uang negara. Yang jelas itu kerugian negaranya,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, tambah dia, pemotongan jumlah bantuan yang diterima korban kebakaran cukup bervariasi. Besar dan kecilnya tergantung dari nilai bantuan yang diterima, yakni antara Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta.

“Ada tiga kategori penerima bantuan ini. Korban kondisi rumahnya rusak ringan, sedang dan berat,” pungkasnya. (uki)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...