Menengok Tempat TGH. Mutawalli Berkhalwat

Lombok Timur (Lotim) memiliki banyak tokoh karismatik. Selain Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional, lainnya ada ulama kharismatik yang tak pernah lekang di ingatan jamaahnya.

Dialah Pendiri pondok pesantren Darrul Yatama Wal Masakin (Dayama) Desa Jerowaru Kecamatan TGH. Muhammad Mutawalli Yahya Al-Kalimi. Ponpes Dayama saat ini menjadi salah satu yang ternama dan memiliki banyak jamaah dari berbagai daerah.

Selain mengingat Ponpes Dayama, ada satu tempat yang bisa menjadi pengingat atas kharisma Sang Tuan Guru. Yakni sebuah gubuk kecil berukuran  2 x 2 meter di pelosok Dusun Manurik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru.

Gubuk tersebut dijadikan TGH. Mutawalli sebagai tempat berkhalwat (menyendiri sambil berzikir). Sepintas, gubuk kecil itu terlihat biasa saja. Namun, tempat ini sering didatangi TGH Mutawalli dan berdiam diri di dalamnya hingga dalam waktu yang cukup lama.

Juru  Kunci gubuk kecil tersebut, Amaq Arep saat ditemui awak media, Kamis, 22 September 2022  menuturkan, saat sang Tuan Guru berada di dalam gubuk berbulan-bulan lamanya baru keluar.

Tidak banyak yang tahu tempat ini sebagai petilasan ulama kharismatik tersebut. “Hanya ada beberapa keturunannya saja yang mengetahui perihal ini,” sebutnya.

TGH. Mutawalli sempat berpesan untuk tidak menyiarkan lokasi petilasan tersebut. Mengutip penjelasan sang tuan guru, Amaq Arep mengatakan suatu saat nanti masyarakat akan tahu lokasi tersebut.

Selaku orang yang dipercaya untuk menjaga petilasan tersebut, Amaq Arep hanya berani membuka petilasan tersebut saat ada firasat atau petunjuk yang didapatkannya. Seperti saat sejumlah awak media mengunjungi lokasi ini.

Pintu yang biasanya tertutup rapat, ditemukan dalam keadaan terbuka dengan sendirinya. Seolah-olah mempersilakan awak media untuk menilik ke dalam petilasan tersebut.

“Pintu gubuk ini tidak pernah saya buka. Tapi pas kita ke sini, kan kita temukan dalam keadaan terbuka,” ucapnya.

Pada lokasi ini juga sempat dibangun tempat berkhalwat oleh keturunan TGH. Mutawalli. Namun, dirusak oleh pihak-pihak yang ingin menguasai lokasi tersebut. Bahkan petilasan TGH. Mutawalli ini sempat juga ingin dirusak oleh pihak-pihak tersebut. Namun, kejadian aneh menimpa alat berat yang akan digunakan untuk merobohkan petilasan ini.

Alat berat yang digunakan tiba-tiba saja terbenam ke dalam tanah. Bahkan operator alat berat tersebut berlari ketakutan dan enggan kembali ke lokasi untuk mengambil alat berat. Alat berat ini kemudian diambil oleh operator lain. “Entah apa yang dilihat oleh operator itu, sampai dia tidak mau kembali lagi ke tempat ini,” demikian tuturnya. (rus)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...