Kasus Mahasiswa Pembawa Sajam Dihentikan

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram, menghentikan penanganan perkara kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) pada saat gelaran menolak kebijakan pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tanggal 8 September lalu. Tersangka yang diketahui berinisial IM tersebut juga sempat menjalani penahanan selama 20 hari sebelum dibebaskan tanpa syarat dengan beberapa pertimbangan.

“Kasusnya sudah kita hentikan dan tersangka juga sudah kita bebaskan tanpa syarat,” ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, S. IK., MH, didampingi Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S.IK, Kamis, 22 September 2022. Selain itu, IM juga diangkat sebagai anak, karena dianggap memiliki prestasi dan seorang anak piatu (tidak memiliki bapak) serta keluarga berpenghasilan pas-pasan.

Jika melihat kasusnya (kepemilikan senjata tajam) tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara, tetapi karena beberapa pertimbangan kasus tersebut dihentikan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tersebut juga memiliki prestasi dengan IPK di atas 3,5. Selain itu, IM juga berkuliah dengan beasiswa Bidikmisi dengan latar belakang keluarga tidak mampu. “Dia ini anak ketiga dari empat bersaudara, ibunya penjual ikan di Sape (Bima) dan tidak memiliki bapak atas pertimbangan kemanusiaan kasusnya kita hentikan,” ucapnya.

Karena yang dikhawatirkan terjadi, jika kasusnya berlanjut maka beasiswa Bidikmisi akan terhenti dan otomatis dia juga akan dikeluarkan dari kampus. Hal itu tentu berdampak buruk terhadap psikologinya dan akan membuat keluarganya juga terpukul. Apalagi dengan prestasi yang dimiliki juga sangat disayangkan jika dia tidak melanjutkan kuliah yang sudah menjadi impiaannya sejak kecil.

“Kita tidak mau memutus impiaannya untuk menjadi orang yang lebih baik, makanya kebijakan menghentikan perkaranya menjadi barokah buat kita semua,” timpalnya. Tentu dirinya berharap agar IM bisa berubah ke arah yang lebih baik. Bahkan apa yang menjadi persoalan lalu untuk ditinggalkan dan tidak diulangi lagi. Terlebih lagi sebagai orang tua, dirinya tetap akan memantau dan meminta untuk datang ke Polresta minimal satu minggu sekali.

Hal itu dilakukan untuk memberikan motivasi agar menjadi orang yang lebih baik. “Cita-citanya menjadi Polisi dan itu harus tetap dijaga dan prestasi belajar juga harus ditingkatkan demi mengejar mimpi tersebut,” tukasnya. IM juga akan diberikan tambahan biaya selama berkuliah di Mataram.

Sementara itu, ketua rukun keluarga Bima Pulau Lombok, Dr. Irwan sangat mengapresiasi kebijaksanaan Kapolresta Mataram. Apalagi IM ini juga berprestasi sehingga akan sangat disayangkan jika dia tiga melanjutkan kuliahnya. Tentu sebagai ketua rukun keluarga Bima di Pulau Lombok, pengawasan terhadap yang bersangkutan tetap akan dilakukan. Hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Kami akan tetap mengawasinya agar tidak mengulangi perbuatan yang sama dan kami sangat berterima kasih tersangka bisa dibebaskan,” tandasnya. (ils)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...