Hasil Pemantauan Badan Kebijakan Perdagangan, Harga Kebutuhan Strategis di NTB Paling Rendah di Indonesia

Mataram (Suara NTB) – Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI selama dua hari melakukan pemantauan harga pangan strategis di dua pasar induk di NTB. Yaitu Pasar Mandalika di Bertais Sweta, dan Pasar Kebon Roek Ampenan. Turun langsung melakukan pemantauan, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Kasan. Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman dan jajaran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Dari hasil pemantauan dan diskusi dengan para pedagang, disimpulkan, NTB cukup stabil harga-harga pangan strategisnya. Demikian juga ketersediaan pasokannya. Meskipun, pemerintah sudah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kasan menyebut,  tidak saja harga stabil, dan stokna tersedia. Bahkan Lombok, NTB sebagai sentra produksi bawang merah, harga bawang merahnya lebih rendah dibandingkan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

“Karena produksi sudah mulai, harganya (bawang merah) bahkan lebih rendah dari harga nasional,” ujarnya. Kemudian cabai rawit yang harganya sempat tinggi, karena pasokannya sudah mulai tersedia, harganya kembali stabil. Perkilonya sudah kembali pada harga Rp40.000. Demikian juga dengan telur, ayam, daging, harganya sudah stabil. “Lalu minyak goreng kami pantau pasokannya juga lancar. Bahkan yang di toko, minyak kemasan Minyakita dan minyak curah cukup tersedia,” imbuhnya.

Pemantauan harga kebutuhan ini dilakukan berdasarkan arahan dari Menteri Perdagangan RI, agar dilakukan monitoring dan pemantauan harga bahan pokok. Setiap ada kesempatan di daerah manapun, pemantauan harga harus dilakukan. “Dan harga bahan pokok ini juga terpantau tiap hari di monitor ruangan Pak Mendag, karena fluktuasi harga ini menjadi atensi,” katanya.

Melihat fakta-fakta lapangan ini, Badan Kebijakan Perdagangan meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap dipantau, dijaga, dan dikawal. Pada waktu-waktu tertentu harus diantisipasi kenaikan harga. Di NTB misalnya ada momentum Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dalam waktu dekat ini. Demikian juga perubahan cuaca yang sudah mulai memasuki musim hujan. Karena produksi bisa terganggu dengan cuaca yang tidak menentu.

“Komoditas horti, cabai, tomat, bawang, dan lainnya harus diantisipasi. Jangan sampai ketersediaannya tersendat di saat musim hujan,” demikian Kasan. Sementara Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman juga menegaskan, pemerintah daerah tetap melakukan upaya pengendalian harga-harga kebutuhan pangan strategis. Bekerjasama dengan stakeholders yang ada di daerah.

Ia juga memastikan, harga – harga kebutuhan pangan strategis mengalami kenaikan. Tetapi tidak semengkhawatirkan masyarakat karena kenaikan harga BBM. “Kenaikan harga ada, tapi kecil, sekitar 4 persen untuk komoditas tertentu. Stok kebutuhan kita juga tersedia untuk kebutuhan hingga Desember 2022 ini,” demikian Fathurrahman. (bul)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...