Usai Pesta Sabu, Polisi Ciduk Warga Aikmel

Selong (Suara NTB) – Usai menggelar pesta sabu, pukul 03.30 Wita, Selasa, 20 September 2022 warga Dusun Karya Aikmel diciduk polisi. Saat digerebek oleh tim Opsnal Polres Lotim, para pelaku sedang terlelap. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti.

Kapolres Lotim melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Gusti Ngurah Bagus Suputra kepada media di ruang kerjanya, Rabu, 21 September 2022 menjelaskan pihaknya sudah menahan satu warga berinisial MAE (37). Terduga teman MAE yang ikut pesta sabu sudah pulang.

MAE ditahan untuk proses hukum lebih lanjut karena berdasarkan hasil penggeledahan ditemukan di kantong celana belakang yang dipakai ada barang bukti barang terduga sabu sebanyak 0,44 gram. Barang terlarang tersebut ditemukan di celana yang dipakai MAE dan lainnya berserakan bersama barang bukti lainnya yakni satu buah bong, 2 buah HP android, 1 HP kecil, 2 buah korek api gas dan uang tunai Rp1.147.000.

“Anak di bawah umur menginap karena kemalaman dari Korleko,” ungkap Suputra. Dikatakan, aparat Satreskoba Lotim mendatangi rumah MAE karena berdasarkan laporan warga kerap dijadikan tempat pesta sabu.

MAE sebenarnya merupakan warga yang baru tiga bulan pulang dari Malaysia. Saat ini terduga sehari hari bekerja sebagai buruh tani.

Saat diperiksa penyidik, MAE mengaku baru dua kali memakai sabu. Pertama ia beli sejara Rp 50 Ribu. Kedua, ia beli dari temannya seharga Rp 450 ribu. MAE tertarik memakai sabu karena beranggapan bisa meningkatkan tenaga. Akan tetapi setelah merasakan sendiri, ia merasa tertipu dan sangat menyesal membeli barang haram tersebut. “Kalau sekarang, dikasih gratis saja  saya tidak akan mau,” ucapnya polos.

Kasatresnarkoba menambahkan, tindaklanjut hukum akan diambil untuk kasus MAE ini akan diawali dengan proses assessment. Menurutnya, kalau tak terbukti pelaku merupakan bagian dari jaringan dan pengedar sabu maka akan dilakukan rehabilitasi medis. Akan tetapi, apabila terbukti sebagai pengedar maka akan dilakukan proses hukum lebih lanjut dan dijerat pasal 112 dan 114 ayat 1 memiliki dan menguasai. “Ini kan karena barang bukti kita temukan di saku celananya,” terangnya.

Selanjitnya, pelaku juga bisa dijerat 127 ayat 1 huruf a sebagai penyalahguna. Adapun ancaman hukuman pengedar ini 4 sampai 5 tahun kurungan.

Pasal 54 UU narkotika, pemakai wajib direhabilitasi. Dilihat juga dari besarnnya barang bukti, yakni dibawah 1 gram maka ketentuannya harus direhabilitasi. “Intinya,  tidak terkait narkotika, tidak sebagai bandar, maka bisa kategori korban penyalahgunaan sehingga wajib direhabilitasi. Tapi kalau ketangkap lagi maka tidak ada ampun,” demikian Suputra. (rus)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...