Dokter K3 Wajib Punya Sertifikat Dokter Hiperkes dari Kemenaker RI

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menyerahkan sertifikat Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Dokter Perusahaan kepada 41 dokter dan calon dokter. Sertifikat ini penting dimiliki oleh dokter dan calon dokter sebagai syarat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan para pekerja dan lingkungan kerjanya dengan menggunakan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pelatihan Dokter Hiperkes adalah bagian upaya pemerintah untuk memastikan proses yang terjadi di perusahaan harus benar-benar menerapkan standar K3. Seperti menguji secara berkala kesehatan para pekerja, setiap peralatan yang digunakan, lingkungan kerja, bahkan tata kelola kelembagaan.

Hal ini penting, karena tugas pemerintah adalah memastikan setiap proses yang terjadi benar-benar mencapai kemaslahatan, keselamatan dan kesejahteraan.

” Semoga sertifikat ini bermanfaat untuk mendukung karir adik-adik menjadi dokter yang sukses dan dapat diamalkan untuk melayani masyarakat, khususnya menjamin kesehatan kerja ,” ujar Gede Aryadi kepada 2 orang perwakilan peserta yang dinyatakan lulus pelatihan dokter hiperkes dari Universitas Al Azhar NTB, yaitu dr. Khrisna Anugrah Putra Kusnandar dan dr. Gusti Ayu Made Dwi Manggarani, di ruang kerjanya, Selasa, 20 September 2022.

Gede menegaskan, untuk bisa melakukan pengujian dan pemeriksaan terkait keselamatan dan kesehatan kerja bagi perusahaan dan pekerjanya, maka seorang dokter wajib memiliki sertifikat  K3 atau dokter hiperkes dari Kemenaker RI.

Karenanya, ia berharap pelatihan ini terus berlanjut mengingat hal ini penting dalam menyiapkan dan meningkatkan kualitas SDM Dokter Hiperkes agar bisa lebih membumikan budaya K3 di lingkungan perusahaan dan dilingkungan kerja pada umumnya.

Untuk itu, mantan Kadis Kominfotik NTB itu meminta Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Lombok, I Made Utama, M.Kes untuk terus meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, guna menyiapkan SDM dokter hiperkes yang memadai untuk  memenuhi kebutuhan dunia usaha seiring pertumbuhan investasi dan usaha  industri di NTB yang kian berkembang.

Untuk diketahui, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB melalui Balai Pengawasan Ketenakerjaan dan K3 Pulau Lombok bekerja sama dengan PT. Penta Bali Media telah melaksanakan Pelatihan Dokter Hiperkes Batch 1 pada tanggal : 13-17 juni 2022, diikuti oleh 41 peserta. Dan pelatihan Batch 2 berlangsung : 5-9 September 2022, di ikuti  17 peserta.

Peserta yang telah dinyatakan lulus mendapatkan sertifikat dokter hyperkes dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, dimana sertifikat itu sekaligus menjadi lisensi/ izin dari Kemenaker untuk bisa melakukan pengujian/pemeriksaan kesehatan lingkungan kerja dan pemeriksanaan kesehatan para pekerja akibat kerja, sesuai Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja. (*)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...