Bangunan Puskesmas Batujangkih Mangkrak, Pelayanan Kesehatan Terpaksa Numpang di Sekolah

Praya (Suara NTB) – Sejak pembangunan Puskesmas Batujangkih, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) dimulai pertengahan tahun 2021 lalu, pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada masyarakat dengan menumpang di bangunan milik SMPN 2 Praya Barat Daya. Kini, dengan masih mangkraknya pembangunan Puskesmas Batujangkih, maka masyarakat terpaksa harus bersabar lebih lama lagi untuk bisa mendapat pelayanan di fasilitas yang baru. Pasalnya, pemerintah daerah sudah memutuskan akan melanjutkan pembangunan Puskesmas Batujangkih pada tahun 2023 mendatang.

Rencana tersebut mundur dari rencana awal. Di mana sebelumnya Pemkab Loteng merencanakan akan melanjutkan pembangunan Puskesmas Batujangkih pada akhir tahun 2022 ini. Namun persoalan mepetnya waktu jadi pertimbangan utama untuk mengundur waktu pengerjaan Puskesmas Batujangkih tersebut. Lalu bagaimana pihak Puskesmas Batujangkih memberikan pelayanan di tempat darurat?

‘’Bagaimana kami memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal bagi masyarakat tetaplah satu keharusan. Di mana pun pelayanan itu diberikan,’’ ujar Kepala Puskesmas Batujangkih, H. Munawar, kepada Suara NTB, Selasa, 20 September 2022.

Memang dari sisi sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan, dengan kondisi sekarang ini cukup memprihatinkan serta jelas masih jauh dari kata ideal. Bagaimana tidak, hanya menempati tiga ruangan milik SMPN 2 Praya Barat, pihaknya dituntut untuk tetap memberikan pelayanan maksimal. Mulai dari pelayanan rawat jalan sampai rawat inap.

Jadi tiga ruang dibagi masing-masing satu untuk layanan rawat inap, poli atau rawat jalan serta kantor. Untuk rawat inap sendiri bersamaan dengan layanan nipas atau ruang melahirkan. Dengan total tempat tidur sebanyak 6 buah. Jadi kalau tempat tidur sudah penuh, terpaksa harus dirujuk ke puskesmas terdekat atau rumah sakit.

Untungnya masyarakat bisa menerima keadaan yang ada. Karena mau bagaimana lagi, tidak ada lagi pilihan tempat yang lain. Ini pun masih untung pihak sekolah memberikan waktu pinjaman tempat lebih lama lagi. Karena awalnya, pihaknya meminjam ruangan sekolah sebagai tempat pelayanan kesehatan hanya sekitar setahun.

Mengingat, target awal akhir tahun 2021 lalu bangunan Puskesmas Batujangkih sudah selesai dikerjakan. Namun pada kenyataan mau sampai dua tahun pembangunan Puskesmas Batujangkih belum juga selesai. “Mau bagaimana lagi, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kewenangan soal itu (pembangunan Puskesmas Batujangkih) bukan ada di kami,” tandas Munawar.

Tapi pada prinsipnya, pihaknya tetap akan berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Meski dengan segala keterbatasan yang ada. Sama halnya dengan masyarakat lainnya, pihaknya berharap bangunan Puskesmas Batujangkih yang baru bisa segera dituntaskan pembangunan. Supaya pelayanan kepada bisa maksimal. Bukan hanya dari sisi pelayanannya saja, tetapi juga dari sisi fasilitas penunjang.

Luas wilayah kerja Puskesmas Batujangkih mencakup lima desa. Mulai dari Desa Batujangkih sendiri, Desa Montong Ajan, Montong Sapah, serta Desa Kabul. Ditambah Desa Persiapang Pandang Tinggang. Dengan cakupan layanan sebanyak 18 ribu jiwa dan membawahi empat Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Posyandu. (kir)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...