PT. GNE Resmi Hentikan Pelayanan Air Bersih ke Pelanggan di Gili Trawangan dan Meno

Mataram (Suara NTB) – PT. Gerbang NTB Emas menyampaikan secara resmi penghentian pelayanan air bersih di Gili Trawangan dan Meno, Kabupaten Lombok Utara. Keputusan ini setelah dicabutnya izin-izin terkait oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, per tanggal 19 September 2022.

Dalam Keputusan Kepala DPM-PTSP Provinsi NTB, Muh. Rum dengan tanda tangan dan stempel basah, No 503/127/03/DPMPTSP/2022 tentang penghentian kegiatan penggalian air tanah PT. GNE NTB diputusakan, menghentikan kegiatan pengambilan air tanah PT. GNE dengan lokasi di Dusun Gili Trawangan dan Dusun Gili Meno Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Keputusan ini diperkuat lagi dengan pemberitahuan resmi PT. GNE kepada mitranya, PT. Berkat Air Laut (BAL) tentang penetapan penutupan kegiatan pengambilan air pada tanggal 19 September 2022. PT. GNE secara resmi memberi permakluman kepada PT. BAL untuk melakukan penghentian operasional, distribusi air minum, maupun kegiatan pengambilan air tanah lainnya di Dusun Gili Trawangan.

Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi kepada Suara NTB, Selasa, 20 September 2022 menjelaskan, pasca pemutusan layanan, masyarakat menurutnya berduyun-duyun meminta agar layanan air bersih dari PT. GNE tetap berjalan. “Cuma, kalau kami tetap beroperasi sekarang dengan sudah dikeluarkan keputusan dari DPM-PTSP NTB, keliru juga bagi kami. Artinya kami melanggar aturan,” katanya.

Karena itu, diharapkan masyarakat juga memahami posisi PT. GNE saat ini. Lalu infrastrutkur yang sudah dibangun, perpipaan, meter air dan infrastruktur pendukung lainnya selanjutnya masih menunggu langkah dari pemerintah setempat, maupun pemerintah provinsi. “Kalau memungkinkan masih bisa dilakukan kerjasama, maka kita mendorong dilakukan kerjasama, PDAM Lombok Utara dengan kita (PT. GNE), atau dengan PT. BAL. (Pembongkaran infrastruktur) belum, belum belum,” jelas Hadi.

Selanjutnya status kerjasama antara PT. BAL dengan PT. GNE yang sudah terbangun sejak tahun 2019 untuk pengelolaan dan pendistribusian air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno, tambah Samsul Hadi adalah risiko yang ditanggung bersama. “Dulu kesepakatan kerjasama bahwa PT. GNE tanggung jawabnya di legalitas perizinan , PT. BAL produksi airnya. Ketika izin kami sudah dicabut, ya tentu dengan sendirinya kami tidak bisa memenuhi kesepakatan kerjasama dengan PT. BAL. dan PT. BAL juga memaklumi,” jelasnya.

PT. BAL tidak lagi beroperasi, lantaran izin-izin pengelolaan sampai kepada penjualan air besih ke pelanggan menggunakan izin PT. GNE. Samsul Hadi menambahkan, PT. BAL sendiri sejak beroperasi di Gili Tramena sudah menginvestasikan dana sebesar Rp75 miliar untuk membangun seluruh infrastruktur pengelolaan air bersih. (bul)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...