Pemkot Dapat 313 Kuota Formasi PPPK

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah memperoleh 313 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2022. Pelaksanaan seleksi masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat.

Walikota Mataram H. Mohan Roliskana menyampaikan, kuota formasi P3K yang diterima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) tersebut terdiri dari 50 tenaga kesehatan yakni, dokter spesialis, bidan, dan perawat. Sedangkan 263 formasi untuk tenaga pendidik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. “Keputusan ini kita terima dari KemenPANRB soal penetapannya,” kata Walikota

Pelaksanaan seleksi belum ada informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun KemenPANRB. Walikota mengatakan, pengisian formasi P3K  juga memperhatikan kondisi fiskal daerah. Saat ini, pemerintah pusat meminta kabupaten/kota mengalokasikan dua persen dana transfer umum (DTU) untuk penanganan inflasi daerah. Kebijakan – kebijakan lainnya dipandang relevan untuk mengambil langkah instrumen penebal penanganan bantuan sosial.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, tidak menutup kemungkinan dilakukan rasionalisasi anggaran. “Rasionalisasi anggaran jika dimungkinkan akan dilakukan untuk ke sana,” terangnya.

Formasi P3K yang diperoleh dari pemerintah pusat idealnya masih terjadi kekurangan pegawai. Akan tetapi, sepenuhnya kuota diberikan oleh KemenPANRB dengan mengkalkulasi jumlah diajukan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Hj. Asnayati membenarkan, kuota P3K diterima 313 formasi. Jatah ini sesuai yang diusulkan oleh Pemkot Mataram terdiri dari 50 formasi tenaga kesehatan dan 261 formasi tenaga pendidik.

Tahapan selanjutnya, masih menunggu jadwal dari KemenPANRB. “Mungkin nanti kita dipanggil lagi,” kata Asna. Dia belum berani memastikan pelaksanaannya. Petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan belum diterima dari pemerintah. “Kita tunggu dulu dari pusat seperti apa pelaksanaannya,” ujarnya.

Sekretaris BKPSDM, Taufik Priyono mengatakan, seleksi penerimaan P3K diprioritaskan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik yang belum lulus pada seleksi tahun 2021. Untuk tenaga teknis belum ada formasi. “Kalau jalur umum belum ada. Sepertinya, guru dan nakes yang sudah ngabdi,” tambahnya.

Pemkot Mataram mengusulkan sesuai kebutuhan pegawai 313 formasi. Di satu sisi, kebutuhan pegawai 8.700 formasi, tetapi yang baru terisi 5.600. Artinya, masih ada kekurangan pegawai 3.100 formasi. Yoyok menjelaskan, 313 formasi yang diusulkan tersebut sesuai dengan jumlah pegawai fungsional yang pensiun. “Sebenarnya, kita masih kekurangan pegawai,” tandasnya. (cem)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...