Maksimalkan Energi Biomassa

PEMPROV NTB bersama PLN ingin memaksimalkan pemanfaatan energi biomassa melalui program co-firing atau substitusi dalam pembakaran di PLTU Jeranjang. Saat ini co-firing batubara dengan substitusi biomassa baru sekitar 3 persen, sehingga buruh upaya kolaborasi untuk meningkatkan cakupan persentase tersebut.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan jajaran PLN wilayah NTB guna membahas potensi peningkatan pemanfaatan energi terbarukan tersebut. Sampah yang berpotensi diubah menjadi biomassa agar dimaksimalkan, baik itu dalam bentuk RDF atau sampah siap pakai untuk bahan bakar, serbuk kayu (sawdust) maupun yang lainnya.

“Kita berharap PLTU Jeranjang meningkat step by step meningkat pemanfaatan renewable energinya. Selain juga kita juga akan mengikuti perencanaan bagaimana solar cell, karena NTB dan NTT akan menjadi pusat solar cell di Indonesia bagian timur,” ujar Hj. Sitti Rohmi Djalilah kepada Suara NTB, Selasa, 20 September 2022.

Ia mengatakan, pihaknya sangat bersemangat untuk membuat program hilirisasi dari sampah-sampah yang dihasilkan setiap hari itu. Terlebih PLN sebagai pengguna energi biomassa sudah siap menyerap produk bahan bakar dari sampah tersebut. Di samping ada potensi ekonomi atau pemberdayaan masyarakat, juga ini bagian dari solusi program zero waste, NTB Hijau dan energi terbarukan.

Wagub mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan di PLTU Jeranjang, saat ini pemanfaatan energi biomassa dalam proses co-firing lebih fleksibel. Artinya bukan hanya produk RDF dari sampah saja, namun ranting-ranting kayu, serbuk kayu maupun sekam bisa menjadi energi terbarukan dalam proses pembakaran bersama dengan batubara di PLTU.

“Untuk aspek bisnis, masyarakat nanti bisa menanam kayu dan menjualnya ke PLN. Itu skema yang harus dibuat, kemudian keberlangsungan dari program ini yang harus kita yakinkan. Kita sangat optimis, karena ini pengganti batubara yang makin mahal,” ujarnya.

Wagub yakin program ini akan berhasil, terlebih PLN sebagai pengguna energi memiliki anggaran untuk membeli bahan bakar guna  mendidihkan boiler selama 24 jam. Karena ini program substitusi, artinya anggaran untuk membeli batubara bisa dialokasikan sebagiannya untuk membeli energi biomassa yang dibutuhkan oleh PLN. (ris)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...