Kopi Sajang Sembalun Rambah Pasar Dunia

Selong (Suara NTB) – Kopi hasil olahan warga Sajang Kecamatan Sembalun Lombok Timur (Lotim) telah merambah pasar dunia. Pemasaran kopi menjangkau pasar-pasar di luar negeri, seperti Malaysia, Australia dan negara negara yang ada di Eropa.

Hal ini disampaikan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sajang, Abdur Razak saat ditemui di Selong, Selasa, 20 September 2022.

Secara pribadi, katanya, dirinya bersama teman temannya membuat merek kopi hasil olahannya dengan nama Kopina Sajang.

Setiap minggunya Rozak mampu mengolah sekitar 200 kilogram biji kopi yang dibeli dari para petani Sajang dengan harga Rp 110 ribu per kilogram untuk biji kopi Arabica, dan Rp 40 ribu untuk biji kopi Robusta. Omzet yang dihasilkan dari penjualan Kopina Sajang tembus Rp 30-40 juta per bulan.

Abdul Rozak mengatakan wilayah Sajang yang berada di Kecamatan Sembalun merupakan wilayah penghasil kopi yang melimpah, baik Arabika maupun Robusta. Potensi besar yang telah ada sejak lama itu kemudian coba dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan.

Rozak menuturkan, pihaknya  mulai memperkenalkan Kopina Sajang tahun 2018 silam. Musibah gempa bumi yang melanda Lombok, lebih khusus Sembalun kala itu cukup besar dampaknya bagi perekonomian masyarakat. Awal memulai upayanya mengenalkan kopi Sajang ini pun terbentur minimnya produksi kopi.  Petani saat itu masih belum maksimal menggarap kebunnya.

Situasi ekonomi belum sepenuhnya pulih pasca gempa, musibah global kembali melanda. Datang pandemi Corona Virus Disease yang dampaknya jauh lebih parah dari musibah gempa terhadap perekonomian masyarakat.

Berlakunya pembatasan bepergian selama masa pandemi ini memaksa pemuda Sajang untuk berpikir keras mencari metode pemasaran kopina, sehingga dilakukanlah pemasaran lewat daring.

Kafe-kafe tempat nongkrong kawula muda sebagian besar tutup. Kemudian pemasaran dilalukan lewat pesan antar ke rumah rumah warga. “Masyarakat yang diam di rumah tentunya lebih memilih kopi kemasan sehingga kami coba mengemas kopina ini untuk kemudian dipasarkan ke rumah rumah warga,” ucapnya.

Alhasil, usaha jualan kopi kemasan dengan kisaran harga Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu ini cukup laku. Tak peduli dengan pandemi Covid-19, usaha terus dilakukan dengan memasarkan Kopina Sajang daring melalui berbagai platform media sosial.

Rozak memastikan, kopi hasil olahannya berasal dari biji kopi pilihan Sajang.  Kopina Sajang diklaim memiliki ciri khas baik  kopi Arabica maupun Robusta. Ada rasa kadar asam, coklat dan oranye.

Menurut Razak, rasa itu berasal dari biji kopi pilihan Sajang tanpa  ada campuran. Kopi Sajang ini pun katanya bisa disimpan dalam waktu yang  cukup lama dan tak berkurang kualitas rasanya.

Pihaknya bersyukur produk Kopina Sajang ini sendiri sudah dilirik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kemenparekraf membantu kemasan dan Kemendes bantu untuk  pelatihan-pelatihan tentang cara mengolah kopi. (rus)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...