Jembatan Swadaya di Pemoles akan Jadi Kado HUT Loteng

Praya (Suara NTB) – Proses pembangunan jembatan Pemoles yang menghubungkan Desa Montong Sapah dengan Desa Batujangkih, sudah hampir rampung. Dengan capaian pembangunan yang sudah di atas 80 persen, jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat tersebut ditargetkan tuntas bulan Oktober mendatang, sekaligus diharapkan bisa menjadi kado HUT Loteng yang ke 77 tahun ini.

Kabdid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng), Zamzuri, ST., Selasa, 20 September 2022 mengatakan, pembangunan jembatan tersebut saat ini terus dikebut. Supaya bisa selesai tahun ini juga dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Terlebih dengan musim penghujan yang sudah semakin dekat, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan sangat diharapkan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin menuntaskan pembangunan jembatan Pemoles secepatnya,” terangnya. Saat ini pengerjaan jembatan sudah masuk fase akhir. Berupa pengerjaan plat beton penghubung jembatan. Kalau plat beton sudah terpasanga, maka pada prinsipnya jembatan sudah bisa dilalui.

Tapi tentu akan ada beberapa pekerjaan tambahan lainnya. Untuk proses akhir, supaya tampilan jembatan bisa lebih menarik. “Dari sisi teknis, jembatan Pemoles ini sangat mumpuni. Karena menggunakan material serta campuran bahan terbaik,” sebut Zamzuri.

Ia menjelaskan, rentang masa pemakaian jembatan sendiri diperkirakan antara 25 sampai 30 tahun. Dan, bebas dari banjir. Artinya, keberadaan jembatan Pemoles tersebut akan bisa memberikan manfaat yang lama bagi masyarakat.

Jembatan Pemoles sendiri memiliki tinggi sekitar 5 meter dengan lebar 4 meter. Dengan panjang rentang jembatan sekitar 12 meter. “Lebar sungai sekitar 9 meter. Dan, dengan rentang jembatan 12 meter, maka jembatan ini jauh dari potensi banjir,” tandasnya.

Dibangun secara swadaya, jembatan Pemoles diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp2 miliar. Namun anggaran yang tersedia yang bersumber dari dana kebencanaan hanya Rp300 juta. Sisa anggaran lainnya berasal dari dana sumbangan masyarakat. Ada yang menyumbang tanah, batu hingga material lainnya. Termasuk ada juga yang menyumbangkan tenaga.

“Kalau melihat anggaran yang ada yang hanya Rp300 juta, jelas tidak akan bisa selesai. Tapi karena jembatan ini dibangun secara swadaya, jadi sebagian besar anggaran bersumber dari sumbangan masyarakat,” tutupnya. (kir)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...