Jadi Atensi Kepolisian, Nelayan dan Pelaku Jasa Transportasi Diduga Dipersulit Beli BBM

Giri Menang (Suara NTB) – Nelayan dan pelaku jasa transportasi laut di Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan sulitnya membeli BBM di SPBU. Mereka diduga dipersulit membeli BBM semenjak diberlakukannya kenaikan harga BBM. Kondisi ini menghambat mereka beraktivitas, melaut dan melakukan usahanya. Hal inipun mendapatkan atensi dari pihak Polres Lobar dan OPD terkait.

Seperti nelayan dan pelaku jasa transportasi di Pantai Cemara Lembar.  Mereka mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan BBM dari SPBU. Salah seorang nelayan sekaligus pemilik jasa sewa perahu Lalu Agus Kurniawan, menuturkan, dampak kenaikan harga BBM tersebut membuat dirinya bersama pemilik jasa transportasi laut lainnya terpaksa harus menaikkan tarif. “Kami terpaksa akan menaikkan tarif, dampak dari kenaikan harga BBM ini,” ungkapnya, Selasa, 20 September 2022.

Hal ini dilakukan, karena harus ada penyesuaian dari perhitungan tambahan biaya operasional nantinya. Namun demikian dirinya mengaku untuk saat ini belum bisa berbuat apa-apa, karena masih terkendala terkendala kesulitan mendapatkan pasokan BBM dari SPBU Gerung. “Kami masih kesulitan mendapatkan pasokan (beli)BBM dari SPBU,” aku dia.

Seperti diketahui, tarif yang diberlakukan untuk mengangkut tamu menikmati tiga Gili sebesar Rp350 ribu. Dan diperkirakan akan naik sekitar Rp375 ribu atau hingga Rp400 ribu. Kenaikan direncanakan Rp25-50 ribu. Namun demikian apakah tarif baru tersebut akan diterima oleh para tamu atau pengunjung, karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap jumlah kunjungan nantinya.

Kondisi ini pun mendapatkan atensi Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK. Kapolres menegaskan, persoalan pembelian BBM ini sudah dibahas pada hasil Forum Group Discussion di Polres Lobar belum lama ini. Dan pihak Pertamina menyampaikan, SPBU akan melayani pembelian BBM sepanjang syarat-syaratnya lengkap.

Pihaknya pun akan menindaklanjuti informasi ini dengan memfasilitasi mengundang pihak Pertamina dan OPD terkait. “Nanti coba kami undang lagi pihak Pertamina, kami fasilitasi nanti,”kata dia.

Pihaknya akan mengidentifikasi persoalan ini, terkait keluhan nelayan selanjutnya mengundang Pertamina untuk mencarikan solusi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Lobar Lalu Sukawadi menegaskan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak SPBU. Pada prinsipnya mereka menerima (melayani). “Untuk apa persulit orang, itu saya bilang, apakah orang ini perlu datang membawa perahu. Kan ndak mungkin,” ungkapnya.

Yang pasti, pihaknya akan melayani nelayan yang akan membuat kartu nelayan sebagai syarat untuk membeli BBM. Tetapi tentu yang benar-benar nelayan. “Karena nanti diverifikasi juga kelompok nelayan ini. Kami siap buatkan kartu nelayan,” terangnya. (her)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...