Kasus Stunting di Lotim Mencapai 21.745 Balita

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 21.745 dari 122.686 Bayi dibawah Lima Tahun (Balita) di kabupaten Lombok Timur (Lotim) disebut mengalami stunting. Atau sebesar 17,80 persen dari keseluruhan balita se-Lotim yang sudah diukur. Prevalensi stunting itu berdasarkan Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Masyarakat (EPPGM) per tanggal 15 September 2022 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Dr H. Pathurrahman, Selasa, 19 September 2022 menerangkan, sebenarnya sumber data stunting ini ada tiga. Selain EPPGM, sumber datanya berdasarkan Riset kesehatan dasar (Riskesda) yang dlakukan lima tahun sekali dengan sistem survey. Datanya di Lotim jumlah kasus stunting masih 42,53 persen.

Sumber data selanjutnya adalah berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan setahun sampai dua tahun sekali seluruh Indonesia. Data stunting berdasarkan SSGI ini sebesar 31 persen. SSGI juga menggunakan sistem sampling.

Sumber data EPPGM disebut paling riil karena langsung by name by address. Di mana lokasi anak yang mengalami stunting itu diketahui detail. Sumber data EPPGM ini adalah posyandu.

Kalau intervensi penanganan stunting, maka perkuat dulu Posyandu. Tugas kepala desa hadirkan sasaran Posyandu. Dilakukan penimbangan balita dan pengukuran badan balita. Hasil penimbangan itu baru diketahui mana stunting dan tidak. Sangat tepat, sambung Pathurrrahman posyandu keluarga diaktifkan.

Intervensi stunting itu katanya ada dua, spesifik dan sensitf. Spesifik dilakukan kesehatan. Antara lain dengan pemantauan status gizi anak dan dilakukan pemberian makanan tambahan. Intervensi sensitif, dilakukan di luar sektor kesehatan. Yakni penyediaan sarana air bersih, sanitasi dan persoalan kemiskinan.

Penanganan stunting menurut pakar Stunting Kabupaten Lotim ini, harus dilakukan secara konvergensi. Melaksanakan program penanganan bersama dengan sasaran bersama. Bupati telah menekankan, pada akhir masa jabatannya ke depan ditargetkan 14 persen.

Menurtnya, selama pelaksanaan secara konvergensi seluruh stakeholder pemerintah dan pihak swasta maka akan terjadi penurunan. Faktanya, selama ini telah terjadi penurunan angka stunting cukup tinggi. (rus)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...