Ikhtiar Menduniakan NTB Gemilang di Pentas Internasional

TANGGAL 19 September merupakan tanggal bersejarah bagi pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Si., – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., (Zul-Rohmi). Pada tanggal inilah pasangan duo doktor ini dilantik Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) tahun 2018 silam.

Kini sudah empat tahun pasangan ini memimpin NTB. Banyak prestasi diraih oleh pasangan ini selama memimpin NTB. Bahkan, menjadikan NTB mendunia dengan sejumlah event internasional yang digelar, seperti World Superbike (WSBK), MotoGP, MXGP dan sejumlah event lainnya.

Kita tahu saat awal memimpin NTB, pasangan ini tahun 2018 lalu, NTB dihadapkan dengan bencana gempa bumi yang terjadi. Recovery atau pembangunan kembali rumah -rumah yang rusak akibat gempa bumi bersama jajaran TNI/Polri dan juga BUMN untuk sementara berhasil diatasi. Warga yang menjadi korban gempa dan tinggal di hunian sementara kembali tinggal di rumah yang diklaim bisa tahan gempa.

Saat kondisi sudah berangsur mulai pulih, muncul wabah Covid-19 yang membuat aktivitas dan  perekonomian NTB mati suri di awal 2020 lalu. Hal ini sangat berdampak terhadap banyak sektor, karena masyarakat dilarang bepergian dan juga objek wisata ditutup.

Namun, dengan beberapa kebijakan yang dilakukan Pemprov NTB di bawah komando Zul-Rohmi, dampak dari gempa bumi hingga Covid-19 tidak terlalu parah. Malahan, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak dengan pemasaran hasil komoditinya bisa bernafas lega. Kebijakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang mampu membuat pelaku UMKM bertahan di tengah sepinya pesanan atau kunjungan wisatawan yang biasa membeli produk khas lokal sebagai suvenir.

Pasangan ini memiliki  65 program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPDMD). Sejumlah program unggulan, industrialisasi, Posyandu Keluarga, Beasiswa Luar Negeri, Desa Wisata, Zero Waste dan program unggulan lainnya terus dipacu demi tercapainya NTB Gemilang.

Wagub NTB, Dr. Hj. SItti Rohmi Djalilah bersyukur di empat tahun kepemimpinannya bersama Dr. Zul – sapaan akrab Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah tetap eksis. Meski dihadapkan dengan tantangan dan hambatan yang tidak sedikit. Menurutnya, jalannya program-program unggulan sesuai visi dan misi tidak terlepas dari kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Adanya kolaborasi dan kerjasama ini, apa yang menjadi program unggulan bisa berjalan dengan baik, meski di satu sisi, banyak tantangan dan hambatan yang menghadang.

‘’Ini berkat kolaborasi semua pihak. Kita masih harus terus melaksanakan visi dan misi kita dengan baik,’’ ujarnya menjawab Suara NTB usai menghadiri acara Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022 di Dinas Perhubungan NTB, Jumat, 16 September 2022.

Untuk itu di sisa 1 tahun lagi masa jabatannya bersama Dr. Zul, Wagub mengajak semua pihak yang ada di NTB, baik pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk pemerintah kabupaten/kota agar program-program unggulan dilaksanakan lebih menukik lagi, sehingga tujuan dari pemerintahan visi dan misi Zul-Rohmi bisa tercapai.

Wagub juga memberikan apresiasi terhadap pimpinan OPD yang mampu melaksanakan visi dan misi dengan baik, termasuk mengimplementasikan di lingkup OPD masing-masing. Sebagai contoh, lingkungan atau bangunan OPD yang tidak terlalu megah dan sederhana tapi lingkungan sekitarnya asri, hijau dan indah.

Pihaknya mengingatkan OPD yang belum menerapkan lingkungan asri, hijau dan lestari untuk segera diterapkan. Untuk itu, pihaknya berencana melakukan sweeping terhadap OPD yang belum menerapkan lingkungan asri, hijau dan lestari. ‘’Sudah berapa tahun kita bicara asri, hijau dan lestari ini. Kalau ada OPD yang belum implementasikan berarti tidak nyambung,’’ ujarnya mengingatkan.

Terhadap program Zero Waste, Wagub juga menekankan pimpinan OPD untuk lebih serius lagi. Bahkan, Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Pemprov NTB melarang truk sampah membawa sampah yang belum terpilah. Jika ada truk sampah dari Kabupaten Lombok Barat atau Kota Mataram yang nekad membawa sampah tidak terpilah, maka akan disuruh balik.

Hal ini membuktikan komitmen pasangan ini, khususnya Wagub mengawal sejumlah program-program unggulan yang mesti dituntaskan. Tidak hanya itu, Wagub juga ingin agar OPD di lingkup Pemprov NTB memberikan contoh kepada masyarakat terkait masalah zero waste. Termasuk mengurangi penggunaan plastik di lingkungan perkantoran. Penggunaan wadah berbahan baku plastik diizinkan, jika ada acara yang mengundang banyak orang.

OPD mesti menyiapkan tempat pembuangan sampah dan disesuaikan dengan jenisnya, yakni untuk sampah organik, an organik dan untuk bahan-bahan tertentu, sehingga saat dibuang ke TPA sudah terpilah. Tidak hanya itu, sampah-sampah yang bisa diolah kembali menjadi produk bernilai jual tinggi bisa dimanfaatkan kembali, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Belakangan ini, Wagub juga getol mengingatkan kepada pimpinan OPD dan juga pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa, terkait Revitalisasi Posyandu. Wagub mengakui masalah stunting, angka putus sekolah,  angka kematian bayi dan ibu melahirkan serta lainnya tidak mungkin hanya dilakukan satu OPD atau oleh pemerintah provinsi saja. Dalam mengatasi ini diperlukan sinergi seluruh OPD di lingkup Pemprov NTB dan juga OPD di kabupaten/kota.

Dalam beberapa kesempatan, Wagub mengungkapkan, dari beberapa faktor IPM, seperti kesehatan dan pendidikan membutuhkan perhatian serius. Dicontohkannya di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat NTB menjadi PR besar  yang tidak mungkin bisa satu orang atau 1 OPD yang bekerja. Begitu juga dengan rata rata lama sekolah menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan.  Untuk itu, koordinasi Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa harus terus ditingkatkan. Artinya, koordinasi tidak hanya di tingkat provinsi saja, tapi juga di seluruh kabupaten/kota di NTB mesti dilakukan.

Jika hal ini tidak dilakukan, tambahnya, maka impian meningkatkan IPM tidak seperti membalik telapak tangan. Beda halnya jika membangun infrastruktur yang bisa kelihatan hasilnya.  Untuk itu, dalam mengatasi ini, Wagub menegaskan hal ini harus dilakukan dengan membangun dari desa. Dalam hal ini, desa menjadi basisnya dengan melakukan penyisiran sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat.

Untuk itu, ujarnya, posyandu menjadi satu kegiatan yang sangat strategis dan diharapkan mampu mengatasi persoalan yang selama ini belum tuntas. Menurutnya, posyandu keluarga yang menjadi target utama yang diaktifkan adalah berbasis dusun. Atas dasar itu, menjadi sangat penting bagi pemerintah provinsi meyakinkan  10 kabupaten/kota ini aktif, berdaya, berkualitas serta melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Sehingga harapan mewujudkan posyandu keluarga ini sebagai pusat edukasi berbasis dusun yang tidak saja merambah masalah kesehatan juga mengatasi masalah pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan lain. Wagub berbangga, karena sekarang ini jumlah posyandu keluarga di NTB mencapai 7.676 dengan 90,26 persennya adalah posyandu aktif dengan berbagai intervensi di luar pelayanan kesehatan primer.

Sebanyak 200 lebih Posyandu Keluarga telah mulai terintegrasi dengan bank sampah dan PAUD Holisitk sebagai upaya intervensi life cycle yang mensyaratkan penanganan menyeluruh oleh berbagai pihak seperti pernikahan dini, gizi, sanitasi, permasalahan sosial menggunakan sarana posyandu keluarga di dusun-dusun. (ham)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...