Diwarnai Sejumlah Insiden, Latgabut Linud Sukses

Praya (Suara NTB) – Gelaran Latihan Gabungan Utama Lintas Udara (Latgabut Linud) tahun 2022 yang melibatkan personel TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Sabtu, 17 September 2022 berlangsung sukses. Latihan berupa latihan penerjunan taktis tersebut diikuti oleh sebanyak 284 penerjun dari TNI AD dan TNI AU dengan titik muat dari Lanud Abdurrachman Saleh Malang, Jawa Timur (Jatim) menuju dropping zone di Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng).

Latihan disaksikan langsung Dankodiklat TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, S.E., M., bersama Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr. (Han) dan Danpuslat Kodiklat TNI Marsma TNI Tahyodi, S.A.P. Hadir juga, Dirlat Kodiklat TNI Brigjen TNI Arkamelvi Karmani, S.E., Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, S.Sos., M.M., Direktur Samapta Polda NTB Kombes Pol. Frido Sitomorang, S.H., S.I.K., Kabinda NTB Wara Winahya, S.Sos., M.Si., serta Kasrem 162/WB Kolonel Inf Lalu Habibburahim, S.I.P., M.Si., M.Han.

TNI AU mengerahkan setidaknya 4 pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Skadron Udara 32 Lanud Abdurrachman Saleh Malang, dan Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar, untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Ditambah 4 buah Pesawat EMB-134 Super Tucano dari Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh Malang.

“Latihan ini adalah untuk melatih para prajurit baik awak itu kru pesawat maupun pasukan agar kemampuannya lebih meningkat,” sebut Danlanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Kolonel Pnb R. E. Kargono, S.M., M.Han.

Harapannya ke depan apabila ada perintah dari komando atas, para prajurit tetap siap dan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sukses.

Gelaran latihan terpadu itu sendiri mendapat perhatian masyarakat umum. Ribuan masyarakat berbondong untuk menyaksikan latihan langka tersebut. Sejumlah insiden yang dialami para penerjun mewarnai latihan tersebut. Seperti penerjun yang sampai mendarat di ladang jagung milik warga hingga personel yang nyangkut diatas pohon. Video dan foto insiden-insiden tersebut pun menyebar dan viral di media sosial.

“Soal insiden yang dialami penerjun itu hal yang biasa. Apalagi kalau bicara terjun taktis. Karena dalam ini personel dituntut untuk bisa landing sedekat mungkin dengan daerah sasaran,” sebut Dandim 1620/Loteng, Letkol. Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, SIP. Bahkan kalau bicara lokasi latihan, sebenarnya lebih aman. Terbukti, meski ada sejumlah insiden belum ada laporan soal personel yang mengalami luka-luka.

Para penerjun TNI AD yang terlibat dalam latihan tersebut merupakan para penerjun dari unit 503 Para Raider Kostrad. Salah satu pasukan elite milik TNI AD. Di mana dalam latihan tersebut diskenariokan para pasukan diharuskan bisa masuk ke daerah operasi melalui udara. Dengan cara melakukan terjun taktis. Dan, bisa segera mungkin menguasai daerah yang menjadi target penguasaan.

“Ini latihan rutin berkala yang digelar TNI AD bersama TNI AU. Untuk mengukur kemampuan personel. Baik itu dari sisi kemampuan terjun serta kesiapan peralatan pendukung. Termasuk koordinasi dan komunikasi antar matra,” tegas Tangkas. (kir)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...