Catatan 4 Tahun Zul-Rohmi dari Lotim, Bagus di SDM, Sinergisitas Infrastruktur Perlu Ditingkatkan

Selong (Suara NTB) – Empat tahun sudah lamanya Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memimpin NTB. Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebagai daerah yang disebut sebagai barometer NTB merasakan sejumlah hasil pembangunan. Sejauh ini yang diketahui sudah cukup bagus adalah, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Bagus di SDM tapi masih lemah pada dukungan pembangunan infrastruktur.

Demikian pandangan Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim H. M. Juaini Taofik saat diwawancara Suara NTB, Minggu, 18 September 2022.

Bicara pembangunan SDM, ujarnya, diakui butuh waktu untuk bisa dirasakan dampaknya. Akan tetapi, apa yang sudah dilakukan bersama antara pemerintah kabupaten dengan Provinsi NTB selama ini di Lotim terbaca dari sejumlah data.

Pertama disebut Sekda, program penurunan angka stunting. Stunting ini dketahui merupakan prioritas bersama antara provinsi dengan Kabupaten Lotim. Data terbaru berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Masyarakat (EPPGM) dilaksanakan semua Posyandu sudah terjadi perubahan yang sangat baik. “Alhamdulillah catatan terkini, angkanya sudah 17 persen,” sebut Sekda.

Secara umum, angka 17 persen sangat fantastis. Data itu diklaim karena semua hasil penimbangan sudah terdata. Pada posisi ini terajadi penurunan yang sangat tajam, di mana sebelumnya angkanya sempat tembus 30 persen.

Keberhasilan kedua, migrasi posyandu konvensional menjadi posyandu keluarga (Posga). Sinergi dan kolaborasi yang baik yang selama ini terbangun antara Provinsi NTB dan Kabupaten membuat Lotim tercepat se NTB melakukan migrasi. Fakta ini menandakan, adanya sinergitas antara provinsi dengan kabupaten sudah cukup bagus. “Di sinilah kunci sukses pencapaian program,” ucapnya.

Ketiga, angka pencegahan usia dini bisa ditekan. Provinsi NTB melahirkan Perda Cegah Perkawinan Dini dan disusul Kabupaten Lotim dan kemudian diteruskan sampai ke tingkat desa yang membuat Peraturan Desa di seluruh desa se Kabupaten Lotim.

Selanjutnya yang masih perlu kerja keras adalah penanganan sampah. Pemerintah Provinsi NTB dengan zero waste di Lotim belum bisa maksimal. Penanganan sampah ini erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Penanganan sampah tidak bbisa disulap begitu saja. Kunci penanganan sampah  bukan saja pada bank sampah, meski bank sampah ini tetapi penting. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mengedukasi masyarakat supaya sampah rumah tangga bisa dipilah. Mana organik dan tidak organik.

Berikut yang diakui secara jujur oleh Sekda Lotim ini adalah, soal infrastruktur. Lotim sejauh ini banyak dibantu oleh transfer pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Keberpihakan Bupati untuk pemerataan infrastruktur jalan dan air bersih ini cukup besar. Diketahui, Lotim sampai melakukan pinjaman di PT Sarana Multi Infrastrktur (SMI) dan PT Bank NTB Syariah. Sinergisitas Lotim dalam pembangunan infrattruktur ini banyak dengan pusat. Dari provinsi, sebutnya belum maksimal.

Sisa satu tahun ke depan, antara Lotim dan Provinsi NTB sama sama ingin ngebut. Kunci idealnya kata Sekda adalah perlunya menetapkan prioritas sama. “Idealnya proritas itu sama,” paparnya.  (rus)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...