Prevalensi Penyalahguna 1,95 Persen, BNN Ajak Mahasiswa Ikut Perangi Narkoba

Mataram (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional di tahun 2021 berada di 1,95 persen. Meski angka ini jauh di bawah angka prevalensi global yang mencapai 5,5 persen, namun perlu diwaspadai tingkat penyalahgunaan narkoba ini.

Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, ada tambahan sebanyak 187 ribu angka prevalensi dari 1,8 persen menjadi 1,95 persen. Khusus untuk pelajar dan mahasiswa tahun 2019 ada 1,1 persen prevalesi penyalahgunaan dan di tahun 2021 naik menjadi 1,38 persen.

“Sumber perolehan narkoba adalah perkenalan dan pertemanan. Ada ajakan  dan godaan dari teman untuk menkonsumsi narkoba ini, awalnya dikasi gratis kemudian saat ketagihan mereka akan membeli secara patungan,” kata Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di Auditorium M Yusuf Abubakar, Jumat, 16 September 2022.

Ia mengatakan Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa Indonesia berada dalam darurat narkotika dan narkotika ini  adalah extra ordinary crime atau masuk dalam kejahatan yang luar biasa. Daya rusaknya bahkan melebihi korupsi dan terorisme.

“Dia akan menggerogoti negara kita. Tak ada satu daerah pun di Indonesia yang terlepas. Minimal ada penyalaggunanya, ternasuk dari kalangan pelajar, mahasiswa, artis, oknum polisi, oknum TNI, oknum hakim, oknum ASN dan lainnya,” kata Petrus Golose.

Di Indonesia, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih tinggi. Bahkan di Lembaga Pemasyarakatan di NTB lebih dari 70 persen warga binaannya adalah kasus yang berkaitan dengan narkoba. Indonesia sendiri saat ini sedang dalam proses amandemen UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Dimana salah satu isu pentingnya mengedepankan rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika dan tidak dipidana.

“Jaringan internasionalnya banyak. Jalur masuk sabu itu 90 persen lewat jalur laut. Transaksi juga lewat dark web dengan kerugian triliunan rupiah,” katanya.

Sementara itu Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo mengatakan, narkotika sangatlah berbahaya. Sehingga ada anekdot, jika mau menghancurkan negara, maka hancurkan generasi mudanya. Sehingga jangan sampai terjadi mahasiswa atau generasi muda yang menjadi pecandu narkoba.

“Kalian adalah gerasi muda yang akan meneruskan perjuangan kami ini. Jika terbebas dari narkotika, masa depan kalian akan cemerlang,” ujarnya.

Mahasiswa Unram saat ini sebanyak 34 ribu orang. Mahasiswa yang hadir di Auditorium M Yusuf Abubakar dipandu untuk mengucapkan janji agar tidak mencoba dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.(ris)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...