Bupati Bima Minta Bawahan Tersangkut Kasus Korupsi Kooperatif dan Taat Hukum

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, mengingatkan dan meminta para bawahannya yang tersangkut dalam kasus korupsi agar tetap kooperatif serta mentaati proses hukum yang dijalani.

Sebagai Kepala Bina Aparatur yang ada di Kabupaten Bima, Bupati mengatakan pihaknya juga akan tetap kooperatif dalam menyikapi apabila ada bawahan yang tersangkut atau terjerat dalam kasus apapun.

“Tentunya kooperatif. Kami juga menyampaikan kepada yang bersangkutan untuk tetap kooperatif dan mentaati proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.

Terkait masalah dugaan korupsi bansos kebakaran yang melibatkan eks Kepala Dinas Sosial (Dinsos) yang saat ini menjabat sebagai Asisten I dan nama sejumlah ASN, Ia mengaku pihaknya menunggu konfirmasi lanjutan. “Hukum harus dijunjung tinggi. Kita juga tidak bisa menutupi ada yang bermasalah,” katanya.

Adanya masalah itu, Bupati berharap bisa dijadikan pelajaran bagi seluruh ASN yang ada. Karena semua Pemerintah berharap bisa memiliki Aparatur yang betul-betul  menjaga good government dengan baik. “Harapan kita dan semuanya pemerintah memiliki ASN yang memahami good govermennt,” katanya.

Seperti diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima menetapkan tiga tersangka kasus korupsi bansos bagi korban kebakaran di Kabupaten Bima. Ketiganya eks Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kabupaten Bima, Pendamping sosial inisial SK dan Eks Kadinsos, Sirajuddin.

Selain itu juga disita barang bukti (BB) berupa uang mencapai ratusan juta rupiah yang diduga dari hasil pemotongan dana bansos. Dalam perkara itu modus para, tersangka menarik atau mengumpulkan kembali uang kepada masing-masing KK (penerima manfaat). Angkanya bervariatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan per KK dikali total penerima manfaat sebanyak 228 KK.

Saat pencairan di Bank, pendamping sosial inisial SK memotong bantuan yang diterima. Pemotongan dana bansos yang diperoleh dari bantuan Kemensos RI untuk 35 desa di Kabupaten Bima itu bervariasi, tergantung dari besaran bantuan yang diterima. Besaran pemotongan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.

Dalam Catatan Suara NTB ada beberapa desa yang menerima bantuan itu di antaranya, 37 KK di Desa Renda dan 10 KK di Desa Ngali Kecamatan Belo, 14 KK di Desa Naru Kecamatan Woha dan 30 KK di Desa Karampi Kecamatan Langgudu.

Bantuan yang diterima korban kebakaran ini, dikategorikan berdasarkan tingkat kerusakan. Rusak berat, mendapatkan bantuan sebesar Rp28 juta per KK, rusak sedang Rp13 juta dan rusak ringan sebesar Rp 8 juta per KK. (uki)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...