Jumlah Tenaga Honorer Loteng Membengkak

Praya (Suara NTB) – Proses pendataan tenaga honorer di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga saat ini masih berlangsung dengan jumlah tenaga honorer yang masuk pendataan kian membengkak. Dan, diprediksikan masih akan terus bertambah. Pendataan tenaga honorer baru akan ditutup pada akhir bulan September mendataang.

Saat dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis, 15 September 2022, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, Lalu Wardihan Supriadi, mengatakan, pada awalnya pihaknya memprediksikan jumlah tenaga honorer di Loteng hanya sekitar 6 ribu orang. Namun nyatanya, sampai saat ini jumlah berkas tenaga honorer yang masuk sudah mencapai 7 ribu.

Artinya, ada penambahan jumlah tenaga honorer dari perkiraan semula. Terlebih, dengan masih berlangsung proses pendataan hingga sekarang ini, jumlah tersebut diperkiraan masih akan terus bertambah. “Membengkaknya jumlah tenaga honorer yang masuk pendataan, salah satunya karena masuknya data petugas operator desa yang ada di Dinas Kepedudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukapil),” terangnya.

Awalnya, petugas dan operator desa tersebut tidak masuk hitungan tenaga honorer yang akan didata. Namun karena petugas dan operator desa tersebut juga mengantongsi Surat Keputusan (SK) dari Bupati dan kepala dinas, mau tidak mau harus tetap didata. Dan, daerah lain juga melakukan hal yang sama. Sehingga pihaknya juga ikut mendata.

“Semua tenaga honorer yang mengangtongi SK bupati atau minimal kepala OPD, tetap kita data,” ujarnya. Karena ini baru tahap pendataan, bukan pengangkatan. Jadi pemerintah pusat ingin tahu berapa sesungguhnya jumlah tenaga non ASN atau tenaga honorer yang ada.

Data itulah yang nantinya menjadi dasar menentukan kebijakan oleh pemerintah pusat. Apakah akan dilanjutkan dengan pengangakatan atau proses yang lain. Semua keputusan ada di tangan pemerintah pusat. “Pada tahap ini pemerintah belum bicara soal pengangkatan. Masih tahap pendataan saja. Untuk mengetahui berapa jumlah tenaga honorer yang ada. Sesuai dengan kategorinya masing-masing,” imbuh Wardihan.

Mengingat, tenaga honorer yang ada jenisnya beragam. Ada yang tenaga teknis, ada juga yang non teknis. Nah, untuk memastikan data itulah maka perlu dilakukan pendataan. Supaya tergambar jelas kondisi tenaga honorer yang ada. (kir)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...