Disnakertrans KSB Catat 52 Naker Asing di Proyek Smelter

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat sejauh ini telah ada 52 tenaga kerja (naker) asing yang dipekerjakan di proyek pembangunan smelter Maluk.

Dalam data dinas itu, 52 tenaga ekspatriat tersebut bekerja di tiga perusahaan berbeda. Adapun rinciannya di PT Amman Mineral Industri (AMIN) 7 orang, PT Pengembangan Industri Logam (PIL) sebanyak 35 orang dan di PT IKPT sebanyak 10 orang pekerja.

Data naker asing yang dimiliki Disnakertrans tersebut, menurut Kabid Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnakertrans KSB, Tohirudin, berdasarkan laporan dari perusahaan. “Jadi mereka yang menyampaikan ke kami (dinas) bahwa perusahaan sudah ada mempekerjakan tenaga asing,” terangnya, akhir pekan lalu.

Keberadaan ke tiga perusahaan yang memperkerjakan tenaga asing itu memiliki tugas berbeda-beda di proyek pembangunan smelter. Sebagaimana diketahui, PT AMIN sebagai bagian dari aliansi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) adalah perusahaan pemilik pabrik smelter yang akan dibangun di kecamatan Maluk. Sementara PT PIL adalah perusahaan yang diberi tanggung jawab membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian tembanga serta fasilitas pendukung lainnya (smelter). Dan PT IKPT ditunjuk sebagai konsultan dan bertanggung jawab mengawasi aktivitas konstruksi.

Para naker asing yang dipekerjakan masing-masing perusahaan itu bertahap telah didatangkan sejak akhir tahun 2021 lalu. Tohirudin mengatakan, mereka ditempatkan di sejumlah bidang yang oleh perusahaan pastinya dengan keterampilan dan keahlian tertentu. “Kami memang tidak punya data rinci bagian kerjanya, karena fungsi pengawasan tidak di kami tapi di provinsi. Tapi kemudian kami anggap pasti dengan kehalian tertentu,” timpalnya.

Tohirudin pun menyebutkan, setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing itu belum ada yang mengajukan perpanjangan izin menggunanakan tenaga kerja asing (IMNTA) ke Disnakertrans KSB. “Masa berlaku IMTA itu setahun dan dapat diperpanjang. Nah mereka belum ada yang setahun di sini. Tapi kemudian perusahaan wajib memperpanjang izin jika masih menggunakan naker asing yang sama lebih dari satu tahun,” tandasnya.

Selanjutnya ditanya mengenai pengawasan terhadap naker asing tersebut. Tohir sapaan akrabnya menjelaskan, kegiatan pengawasan dilakukan oleh banyak pihak lewat sebuah tim. Sebab keberadaan naker asing tidak sekedar soal pekerjaan mereoa, tetapi juga hingga data keimigrasian dan hal lainnya. “Kalau soal pekerjaan mereka ada pengawasan dari provinsi pastinya,” imbuhnya. (bug)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...