Di Woha, KPM Penerima Bantuan BBM Diduga Dipaksa Beli Sembako ke Distributor

Bima (Suara NTB) – Keluarga penerima manfaat bantuan sosial tunai (KPM Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di wilayah Kecamatan Woha Kabupaten Bima diduga dipaksa untuk membeli paket sembako dari distributor.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, dana tunai yang diterima per KPM melalui Pos Woha tersebut sebesar Rp500 ribu. Rinciannya dana BPNT Rp200 ribu dan BLT BBM sebesar Rp300 ribu.

Setelah itu, para KPM diarahkan untuk membeli paket sembako seperti beras telur, dan buah ke Distributor UD. Ferdian milik Nani, yang berada di halaman kantor Pos Woha. Jika tidak mereka diancam tidak akan mendapatkan bantuan bansos jenis apapun kedepannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosual Kabupaten Bima, Tajuddin SH enggan mengomentarinya saat dikonfirmasi Suara NTB akhir pekan kemarin.

Sementara Distributor UD. Ferdian, Nani membantah telah memaksa warga atau KPM untuk membeli sembako kepada dirinya. Ia menegaskan dirinya hanya menjual sembako seperti kebanyakan pedagang lainnya. “Tidak ada paksaan, saya hanya berdagang. Karena ada keramaian di situ menjadi tempat kami membuka dagangan,” ujarnya.

Ia mengaku membuka dagangan sembako di kantor Pos merupakan inisiatifnya sendiri, tidak ada hubungannya dengan Pemerintah atau Dinas Sosial. Bahkan hal itu telah dikomunikasikan ke pihak Pos dan sudah diberikan izin sepanjang tidak mengganggu penyaluran BPNT dan BLT BBM.

“Inisiatif sendiri saya menjual sembako di kantor Pos ini. Lagipula saya sudah diberikan izin dengan syarat tidak mengganggu pencairan BPNT dan BLT,” ujarnya.

Disamping itu, Ia mengaku tidak sendiri membuka dagangan di area kantor Pos Woha. Pasalnya banyak penjual makanan dan minuman lainnya yang juga menjajakan usaha seperti dirinya. “Bukan hanya saya yang jualan di area Pos Woha, ada juga pedagang lainnya,” pungkasnya. (uki)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...